Batam, Ada Makam Tua Berada di dalam Pohon Berusia Ratusan Tahun

oleh -1.715 views
Bukti, bentuk dan wujud Pohon berusia ratusan tahun menyimpan sejuta pesona rahasia aura alam, letak keberadaan makam tua.

MEDIAALIF.COM, Batam – Sudah selayaknya diri kita sebagai makhluk mulia diantara makhluk lainnya yang diciptakan oleh Tuhan, patuh dan tunduk kehadapanNYA. Adakah diantara insan berhati suci berparas mulia di alam jagat raya ini yang belum tahu atau lupa makna bersyukur…?

Atau dengan sengaja menutup mata dan telinga disebabkan kesadarannya yang cinta pada duniawi, mengutamakan kepentingannya sendiri…hingga dapat dianggap lalai/lupa terhadap kondisi alam sekitar yang akan tergerus…

Sungguh mengagumkan, dan betapa indahnya panorama aura alam Kota Batam yang tersuguhkan, dan berhasil diabadikan penulis media Alif.com, pada saat terjadinya Gerhana Bulan Gerhana Cincin tanggal 26 Des 2019 lalu, di beberapa titik dengan lokasi tertentu.

Dan satu diantaranya adalah Makam Tua berada di dalam Pohon berusia ratusan tahun. Serta temuan-temuan lainnya yang akan disajikan dengan formula ilmiah agar mudah dimengerti dicerna oleh audiens pembaca dan kelak bermanfaat.

Makam tua berada di dalam Pohon berusia ratusan tahun terlihat bersih dan sejuk seperti ada yang merawatnya. Gunakanlah sinar mata hati kita yang tulus hanya yakin kepada Tuhan pencipta alam semesta ini.

Lantas muncullah pertanyaan dengan nada bercampuraduk.. Bagaimana mungkin orang biasa seperti penulis yang lemah dan tidak punya kelebihan apa-apa, bisa mencapai area sejuk terasa nyaman, dan indah tempat beradanya Makam Tua di dalam Pohon berusia ratusan tahun itu…?

Ayoo..simak perhatikan dan berilah doa yang tulus atas langkah-langkah penelusuran yang dilakukannya untuk edukasi dunia pendidikan, demi anak cucu generasi masa akan datang.

Sebelum penulis melakukan penjelajahan / petualangan berdasarkan petunjuk maupun firasat, terlebih dahulu melaksanakan tatanan atau tatacara adat istiadat etika kerajaan masa silam bersama garis keturunannya yang terdeteksi dipertemukan oleh Tuhan.

Dan diantara garis keturunan itu berada di pesisir laut (suku laut) Kota Batam, serta telah teruji pula ketulusan maupun keberaniannya, meskipun didapati ternyata tidak pandai menulis atau membaca (orang pulau masyarakat hinterland).

Setelah itu, penulis tidak serta merta langsung melakukan penelusuran. Akan tetapi secara bertahap mencari tahu dengan cara menggali informasi lebih dalam lagi secara cermat, teliti, dan benar akurat berkaitan dengan korelasi bahasa atau relevan. Sehingga wadah yang diselimuti kabut sutra itu pun terbuka dan berhasil diabadikan.

Menurut pandangan ASN Pemko Batam, Drs. Atdi Winata yang pernah ditemui penulis di ruang kerjanya mengatakan, kalau ia tidak salah makam tua itu sangat erat kaitannya dengan makam raja-raja terdahulu yang ada di Daik Lingga Riau. Dan bisa jadi ada makam panglima yang sakti jaman dahulu.

Akar pohon terlihat saling mengikat menjuntai terurai indah, ukurannya lebih besar dari paha manusia biasa.

Abdul Kadir, SH, seorang Advokat di Kota Batam juga pernah ditemui penulis bersama RKWB (Rumpun Khasanah Warisan Batam) menyampaikan, temuan penulis cukup bagus untuk dikembangkan, dan sebagai bahan edukasi dunia pendidikan Batam, agar tidak hilang ciri khasnya.

Dan bagaimanakah tanggapan tenaga pendidik atau para Dosen yang ditemui penulis waktu itu dalam bincang-bincang ringan tentang ciri khas Kota Batam..?

Diantaranya tentang historis makam tua Keling Bin Djebat, pada masa Kesultanan Johor dulu sangat dikenal sebagai tempat ditemukannya bahan cat alami yaitu menggunakan dasar bahan tumbuhan, persis ditemukannya Dawat di Pulau Penyengat.

Para Dosen pun berdecak kagum terpesona setelah mengetahui satu demi temuan, lalu mengatakan, ” waah Batam itu indah, unik dan menarik…,”

“Mungkin bila dapat digali sedikit kedalam lagi, tentu bisa dijadikan bahan tesis mahasiswa,” kata Dosen STIE Ibnu Sina.

Dan bagaimana pula dengan pandangan demi pandangan Anggota Dewan Batam yang telah ditemui penulis…?

Tayangan berikutnya, kayu nisan makam tua Keling Bin Djebat, masa Kesultanan Johor dikenal sebagai penemu Cat alami, dengan dasar bahan tumbuhan.

Pada saatnya akan ditayangkan kembali secara bertahap sebab membutuhkan waktu untuk mengimplementasikannya sesuai analogi dan antropologi bahasa yang ringan mudah dicerna bersama anggota tim arkeologi yang ada.

Hasil penelusuran penulis, makam tua itu adalah seorang putri atau perempuan, berdasarkan bentuk struktur batu nisan yang terdiri dari beberapa lekukan seperti susunan bagian pinggang ataupun pinggul.

Dan masih ada beberapa makam lagi, namun satu yang berbeda yaitu makam panglima perang berinisial ” TA “, sama persis ucapan ASN Pemko Batam diatas.

Berapakah diameter pohon berusia ratusan tahun yang indah menggemaskan itu, serta berapa jumlah susunan akarnya yang lebih besar dari paha manusia biasa, yang mengikat menjuntai terurai sangat menarik mengelilinginya…?

Historis kisah Malang Jidah Malang Keling (Rangkaian alur kisah Keling Bin Djebat) yang terarah ke Pulau Putri Nongsa (bukan Pulau Putri di Pulau 7 Natuna).

Dan apakah gerangan yang dilihat penulis diatas pohon, berbentuk seperti belanga berisi air memantulkan sinar saat terjadinya Gerhana Cincin, membuat penulis mundur dan duduk bersimpuh memohon Keridhoan Tuhan…sebab bukan itu niat dan tujuan penulis.

Mari…kita bersama-sama saling mengingatkan…agar tidak melupakan niat pada awalnya. Dan jagalah lidah mu yang tak bertulang, bila tak ingin kualat…Dake berlaku, itulah pesan sang leluhur. (ricky mora)