Siapakah Pemilik Pemangku Kewenangan Lahan Kota Batam

oleh -303 views

MEDIAALIF.COM, Batam – Dari hasil pantauan dan penelusuran tim penulis Media Alif.com selama bertahun-tahun disimpulkan bahwa, pada titik sudut penjuru Pulau Batam dikelilingi oleh Makam Tua. Lalu mengorbitlah Historisnya, Batam terdiri dari beberapa Batu, Teluk, Tanjung dan Sungai.

Pada sisi-sisi makam tua, tersembunyi ilmu Arkeologi, Geologi – unsur kimiawi alam bahkan ilmu botani flora dan fauna (bahan dasar cat masa itu), juga dilengkapi dengan kultur kehidupan berbudaya, etika budi pekerti leluhur Melayu masa silam.

Kemudian hal tersirat, wilayah makam tua menyuguhkan panorama alam perpaduan hijau dan biru sangat mengagumkan, berkesan sebagai bahan edukasi materi pendidikan, seperti analisa tesis maupun peruntukan lainnya secara perfekto (Green and Blue Economic Batam) nantikan..

Pastinya, Batam Unik, Indah sangat Menarik..memiliki nilai historis yang cukup tinggi, berupa Cagar Budaya ade kat hutan, seperti Tapekong Tua, Pohon Akar Bajaka, Makam Tua di dalam pohon berusia ratusan tahun masih utuh bersih, dilindungi fauna natural yang nyata..dan lainnya.

“Alangkah hebatnya Batam bila bahan Edukasi itu di Rangkul dimanfaatkan oleh Stakeholder Pejabat di negeri ini, untuk menciptakan Progres Nuansa Batam (PNB) metode terkini, yaitu Destinasi Alam Wisata dan Peningkatan Pariwisata. Pastikan Batam akan waaah..! ucap beberapa Dosen di Kota Batam saat ditemui awak media ini (13/9/2021).

Apakah kinerja SDM Batam mampu menyadari atau dapat membuka mata hati serta telinganya yang bagus dan bening, khususnya Disiplin Ilmu di dukung oleh akal sehat plus daya nalarisasi untuk menciptakan terobosan terbaru.

Bukan asal comot asal bunyi terbarukan pula, bagaikan Anak Manja menetek pada Ibunya terkonfirmasi positif comel, namun terkesan berinovasi the best of awards duduk menghayal ditepian pantai yang landai, terlihat jelek banget…

Semuanya itu merupakan anugerah yang diciptakan oleh sang Khalik Tuhan YME..agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kesinambungan pembangunan Batam yang ber Marwah sebagai kota metro Madani spectacular.

Namun pada sisi lainnya, baik planning dan skema pembangunan Kota Batam yang sesungguhnya agar tidak melempem…

Bagaikan krupuk renyah ikan Hiu Natuna vs krupuk gurih ikan Paus pasar induk Jodoh menawan, atau pempek kapal selam Palembang tertambat pada tali kapal diantara Pelabuhan…Khusus tapi Umum, serta Pelabuhan Siti (si Tikus) tersenyum maniis.

Kata die (BP Btm) harus dilindungi hingga kawasan DAM harapan, alur sungai/laut mangrove hutan bakau empuk dibisniskan jadi komplek perumahan, lantas bibir area DAM/WTP Duriangkang di Reklamasi, BP Batam tersenyum manja..

Khususnya Penambang Pasir dan Batu tulus bersedekah merusak Lingkungan Hidup di Kampung Molek termiskin se dunia yakni Kampung Tua Setengar Tg.Piayu Sei Beduk, demi peningkatan hasil laporan keuangan Negara dan PAD setempat, atau kocek pribadi berjamaah pula.

Masyarakat Batam yang baek hati dan sangat budiman, kite kembali ke Lap Top.
Benarkah itu suatu Komitmen dan Konsisten…Atau hanya sebuah pernyataan skema jalur yang penting untung.

Tentang histori, era perkembangan Pulau Batam yang dibuat oleh penulis handal, bersifat komersial dan cerdas Edi S bersama sejarahwan Aswandi S dalam buku “Satu Dekade Membangun Batam” thn 2006-2016.

Ditemukan secara nyata, dapat disebut telah lalai dan salah untuk segera dibenahi, bukan berlarut-larut tebar pesona hingga saat ini, supaya tidak mempamerkan kebohongan / kelalaian diri..

Kelalaian Edi dan Sejarahwan Kepri tersebut berupa dokumentasi data Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi tertera sebagai YDM Riau XX (tahun 1896).

Tapi berdasarkan fakta data otentik (kajian penelusuran) pada Prasasti dan Makamnya Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi tertera YDM Riau X (1858-1899), serta mengurniakan Pulau Batam kepada Raja Ali Kelana sebagai keturunannya.

Mungkinkah Tuah dan Ruhnya bumi Melayu yang terpisahkan di Kota Batam ratusan tahun silam dapat menyatu..??

Atau Edi S beserta para Sejarahwan Lembaga Adat Melayu yang genius taat beribadah di Restui oleh Buyut Leluhur, itupun bile tak mau celake bin kualat bedake..akan mengcounternya dengan ucapan “salah pengetikan” bersama publikasi non edukasi, non objektivitas alias alab-alab terhebat di dunia.

“Pak Jokowi, Pak Panglima TNI, Pak Kapolri dan Pak Menteri, kami bahagia dan bangga sebagai orang Batam dan anak-anak generasi Batam payung negeri”. (rmsag, tmi, akbar)

  • Bersambung……..