MEDIAALIF.COM,Batam – Kejadian yang sifatnya spontanitas tapi akan mempengaruhi nama baik dan citra lembaga negara yakni Kantor Pengadilan Negeri Batam, seharusnya semua pihak menelusuri lebih dulu usut asal masalahnya.
Selain itu, masyarakat pengunjung juga harus menyadari, berfikir jernih dimana posisi dia berada saat menyampaikan aspirasi/uneg-unegnya tidak mengutamakan emosional, agar orang lain yang melihatnya bersimpati, atau sebaliknya berpotensi merugikan diri sendiri karena kelalaian.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pengadilan Negeri Batam melalui Humas Wattimena, saat memberikan wejangan arahan untuk kebaikan bersama, terutama demi peningkatan kualitas kerja melayani masyarakat dengan baik.
“Mari sama-sama kita jaga sportifitas, saling menghargai antar sesama makhluk Tuhan, juga menghargai keberadaan orang lain agar tidak merasa terganggu oleh aksi spontanitas yang dilakukan, terutama tetap mengingat etika serta adab kesopanan,” ucap Humas Wattimena.
Terkait keluhan kisruh (18/5/2026) saat keluarga korban Alm. Dwi Putri bersama handaitaulannya secara spontan meneriaki Terdakwa Wilson Lukman sebagai pembunuh, sehingga mengejutkan pengunjung dan praktisi hukum, termasuk Penasehat Hukum Terdakwa, di atensi oleh Ketua PN Batam dan diperkuat lagi dengan plakat imbauan (dokumentasi foto).
Kemudian, setelah mengetahui adanya plakat imbauan, direspon oleh petugas jaga sel tahanan, baik dari personel Kejaksaan maupun Kepolisian, serta mengingatkan kembali isi imbauan : agar menjaga tata tertib terutama soal kebersihan sel tahanan kepada terdakwa, juga pengunjung yang hadir.
Diantara petugas, enggan dipublish namanya menyampaikan bahwa, pada saat itu petugas sedang fokus siaga mengatur penggiringan / pengawalan terhadap para tahanan kondisi diborgol turun dari mobil tahanan agar tertib sebagaimana biasanya. Tapi tiba-tiba ada pihak keluarga korban yang nekat menerobos.
“Kondisi saat itu, ramai pengunjung berbaur dengan lainnya yang sejak awal sudah hadir. Mendapati kejutan seperti itu, kami gerak cepat menyatu mengambil langkah sigap terkendali untuk mengatasinya. Termasuk memberi peringatan kepada keluarga korban serta pengunjung,” jelasnya, Senin (25/5/2026).
“Akhirnya, beberapa menit kemudian pihak keluarga korban meminta maaf kepada kami, juga kepada praktisi hukum maupun penasehat hukum. Dan kami siap mendukung tata tertib/disiplin serta meningkatkan pengawalan melayani masyarakat, dan mengambil tindakan mengamankan situasi secara terukur,” ucap petugas. (Ls corin)






