Rokok Ilegal Subur di Batam

oleh -286 Dilihat
oleh

MEDIAALIF.COM,Batam – Aliansi LSM ORMAS Peduli Kepri telah melayangkan Surat Laporan Pengaduan kepada Kementerian Keuangan RI dan menjadi Atensi, terkait suburnya rokok ilegal tanpa Pita Cukai di Batam Provinsi Kepri, Sabtu (09/04/2022).

Berdasarkan informasi media yang dikonsumsi oleh publik, Ketum Aliansi LSM ORMAS Peduli Kepri Ismail Ratusimbangan mengatakan, bahwa surat tersebut sudah dilayangkan dan menjadi Atensi Kementerian Keuangan di Jakarta Pusat.

“Benar kita sudah berkirim surat ke Kemenkeu RI terkait peredaran rokok ilegal di Batam yang begitu marak dan sangat subur namun tidak ada upaya yang konsisten, baik dari Bea Cukai Batam, maupun instansi terkait untuk memberantasnya, seperti rokok Luftman, Rexo, H mind, Ofo dan Manchester,” kata Ismail.

Kalau hanya sebatas menyita Rokok yang di jual oleh warung-warung kecil kaki lima, kata Ismail, terkesan dalam model pencitraan. Sementara para pelakunya boss pengusaha pabrik melenggang aman dan nyaman. Itu sama saja adanya pembiaran, atau berdalih main petak umpet.

Ia menjelaskan, walaupun Organisasi Kemasyarakatan dan para media secara gencar mengangkat memberitakannya, kemungkinan besar hanya di anggap angin lalu saja. Jadi bila tidak diangkat ke tingkat pusat, maka sangat berdampak terhadap PAD Kota Batam, terkhusus Income Keuangan Negara RI.

“Surat tersebut ditujukan kepada Menteri Keuangan RI dan kita tembuskan kepada Presiden Republik Indonesia, Panglima TNI, Kapolri, KPK, Dirjen Bea dan cukai, Kanwil Bea dan cukai, Gubernur kepri, Kapolda Kepri, Walikota Batam, Bea dan cukai Batam, agar segera mungkin diambil tindakan tegas,” ungkapnya.

“Kita berharap Menteri Keuangan RI segera membentuk Tim Khusus menumpas peredaran rokok ilegal, sebab yang dikorbankan hanya orang kecil, dan imbasnya tentu terhadap perekonomian pembangunan Batam, atau masuk ATM kekuasaan pribadi yang disyukuri oleh jamaahnya secara patuh pula,” keluhnya.

“Namun, jika surat kita tidak di respon, selesai Idul Fitri kita akan melakukan Aksi Damai di Kantor Kementerian Keuangan RI, supaya terbuka mata indah para pejabat Batam, maupun yang bermain mata dibalik layar cantik terkesan buram dan usang,” terang Ismail.

Kita berharap adanya Tim khusus dari jakarta turun ke Batam untuk menginvestigasi langsung apa yang selama ini di beritakan oleh media lokal mau pun nasional, dan kerugian negara yang lebih parah lagi dapat diantisipasi. (rmsag,tsi,akb)