Pematangan Lahan Alur DAM Tembesi Berlangsung Kisruh

oleh -422 Dilihat
oleh

MEDIAALIF.COM,Batam – Aktifitas pematangan lahan basah dan berair dihiasi 4 puncak bukit pada alur kawasan DAM Tembesi, diperkirakan mencapai 70 Ha lebih PL 2020, berlangsung kisruh hampir gontok-gontokan beberapa waktu yang lalu (Feb 2022) dan patut dicermati.

Pematangan lahan tanah itu, meskipun baru terlihat belasan hektar, tapi telah mengundang perhatian elemen masyarakat serta pemerhati lingkungan, menyebut dirinya dengan inisial HSS, YPU, IPZW, MRP, yang diantaranya berprofesi sebagai Advokad, Minggu (13/2/2022) dibilangan Tembesi.

“Kita sudah mencium adanya PL mantap dan cerdas oleh BP Batam pada lokasi basah dan berair dengan dalih pembangunan. Dikuatirkan dapat menggerus daerah resapan air, padahal air sangat dibutuhkan makhluk hidup, khususnya bagi manusia berakal sehat,” ucap elemen masyarakat.

“Dan karena aktifitas pematangan sudah muncul secara tiba-tiba, maka kita juga memantaunya dengan model yang sama, sebagai masukan sesuai ketentuan UU (Legalitas) sanksi atau konsekuensinya dibelakang hari, sebelum air menyusut lalu hadir hujan buatan jadi polemik,” jelasnya.

Sementara itu, masyarakat yg berada dibelakang kawasan alur DAM terlihat adu mulut belum adu jotos, merasa dipermainkan dan dirugikan (dokumentasi foto) sebab info awalnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, dan mereka tidak menerima ganti untung yang sepadan.

Aktifitas sehari-hari penduduk setempat adalah bercocok tanam atau bertani dan nelayan air tawar yang sudah bertahun-tahun tinggal menetap bahkan beranak cucu, tepatnya di belakang Top 100 Tembesi.

“Iya pak, kami bukan hewan, perhatikanlah dengan layak sebab kami manusia punya Tuhan untuk disembah. Bagaimana bila bapak-bapak dibalik layar mendapat perlakuan seperti ini terima gak..jangan asal ngomong, memfitnah orang, pakailah cermin yang betul,” ucap warga menahan emosi saat ditemui awak media ini.

Berdasarkan pantauan tim media Alif.com dilapangan, bila ditelusuri alur air kawasan DAM Tembesi dengan sinar mata lurus kedepan lewat jalan belakang Top 100 Tembesi atau jalan layang Barelang, jelas terpampang mengkrucut pada titik lokasi tiang SUTT dan 4 bukit indah menghiasi DAM akan dibabat habis.

Elemen masyarakat menyampaikan, dikemudian hari, bila terjadi kembali penyusutan air di Batam, lantas dipublikasikan karena kurangnya curah hujan, lalu muncul sepak terjang tehnologi hujan buatan atau Batam tidak banjir hanya air yang menggenang..

Siapakah yang menerima dampaknya langsung kalau bukan masyarakat kecil, seakan menjadi panggung sandiwara serta buah bibir dalam bentuk Bakti Sosial sumbangan berhadiah berjiwa suci, dan berbagi kasih plus berjiwa korsa.

Hingga berita ini di unggah, pihak terkait belum dapat dikonfirmasi, terutama pencipta PL 2020 dan sang penerima Anugerah lahan tanah yang tertulis di langit senja bergelar T. Piayu M, terkesan berwajah suci bermoral keriput, dan terkonfirmasi positif bermental kerupuk hingga lalai akan dirinya berasal dari rantai baja padi dan kapas. (rm,tsi,akbar)