MEDIAALIF.COM,Batam – Berdasarkan keluhan warga Batam atau pelanggan tentang kinerja dan etika oknum petugas P2TL menyebutkan, orang kantor P2TL Imperium / Nagoya, terkesan memelihara oknum petugas nakal.
“Awalnya kami percaya karena bila ada gangguan listrik dilingkungan kami, sama dia lah kami adukan karena memang bidangnya dalam bertugas. Yang kami tahu dia petugas b’right PLN Batam. Terlepas si Paskal pegawai atau tidak, itu bukan urusan kami,” kata J.Situmorang.
Ia mengungkapkan, kami sekeluarga juga tetangga sekitar melihat si oknum petugas (Paskal) yang membuka, membongkar mengutak-atik meteran (pake baju P2TL b’right). Tapi kenapa kami yang dituduh merusak meteran listrik padahal kami tidak tahu tentang listrik, Rabu (13/6/2022).
“Ada apa sebenarnya dan permainan apa yang disembunyikan oleh Pak Arif dan Pak Masyuri di kantor Impetium…? Si Paskal sudah mengakui bahwa dia yang membongkar meteran. Koq malah kami yang ditekan, di intimidasi diputar sana putar sini bayar denda atau listrik diputus,” ujarnya.
Dalam kesepakatan di Imperium (April 2022) oknum itu bersedia membantu bayar denda yang dibebankan kepada kami separohnya. Tapi beberapa hari kemudian dia bilang tidak mau bayar dan akan keluar dari pekerjaannya dan urusannya selesai.
“Ucapan si Paskal memandang enteng masalah ini, juga terdengar lantang di muka Pak Arif dan Masyuri. Kami sekeluarga tidak dapat menerimanya. Malah bapak itu bisa-bisanya tersenyum seperti sudah direncanakan membuat kami kesal,” keluhnya.
Dan terkait tindak perilaku serta etika oknum petugas P2TL yang meresahkan masyarakat, seorang tokoh pemerhati sosial dan konsumen di Kota Batam memberi tanggapan, seharusnya pihak P2TL bersikap pro aktif, bijak serta profesional. Jadi bukan membela menutupi, apa lagi melindungi oknum nakal.
“Diharapkan kepada P2TL jangan menakut-nakuti warga masyarakat dengan alasan kamuflase putar sana putar sini, atau mengancam jaringan listrik akan diputus. Sebab yang berwenang mengadili / memutuskan hanya Pengadilan Negeri. Buat laporan Polisi, berani enggak, itu yang benar,” jelas Ir. Fachri. (rm,tsi)






