Belasan Personel Ditpam BP Batam Bermandikan Peluh

oleh -334 Dilihat
oleh

MEDIAALIF.COM,Batam- Terpantau dilapangan, belasan personel Ditpam BP Batam bertungkus lumus mandi peluh dan keringat, saat melaksanakan tugasnya menertibkan aktivitas warga yang mencoba berkebun, di Kampung Melayu yang merupakan area DAM Duriangkang.

Bagaimana tidak disebut bertungkus lumus bermandikan peluh…karena medan yang dilalui cukup jauh masuk kedalam semak belukar (depan perumahan KDA Batam Ctr). Bahkan terlihat personel bersimbah air berlumpur demi menjaga kelestarian alam sekitarnya.

Sementara itu, alasan warga merambah hutan hanya untuk berkebun pada awalnya, sudah sering terdengar di telinga. Tapi dampaknya cukup besar akan muncul dibelakang hari, sebab ekosistem hutan penyangga sebagai sumber air diarea DAM akan terganggu dan rusak.

Ditengah kesibukan personel, Yosef Ardianus, saat ditemui oleh awak media Alif.com menyampaikan, kegiatan rutin ini sering dilakukan untuk menjaga kelestarian alamnya, seperti tumbuhan keras dan lunak yang hidup secara alami supaya terjaga ekosistimnya, jadi bukan hasil perbuatan manusia.

“Kalau tumbuhan yang ditanam oleh manusia, tentu akan semakin melebar, dan pasti kondisi naturalnya akan berubah menjadi sumber kehidupan bagi orang-orang tertentu pula,” ucap Yosef selaku Kasi Pengamanan Objek Vital Ditpam BP batam, Kamis (17/3/2022).

Yosef menjelaskan, penertiban yang dilakukan bertujuan untuk mencegah kegiatan masyarakat diarea tangkapan air. Area yang ditertibkan seluas 3 ha lebih, dengan 11 titik yang harus ditertibkan, dan 8 titik sudah dikerjakan. Namun karena keterbatasan anggaran, secara bertahap dapat dilaksanakan.

“Terkait dalam pengawasan hutan lindung dan daerah resapan air, ada beberapa instansi diantaranya Ditpam BP Batam, Bapedas, KPHL, BU SPAM, PBK Mitigasi, BKSDA juga berperan. Dan disisi lain berdasarkan faktanya, 70 debit air untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi penduduk Batam, bersumber dari DAM Duriangkang,” tutur Yosef.

Yosef Ardianus, SH, yang didampingi oleh Tomy Satria Koordinator DAM Duriangkang, menghimbau masyarakat Batam untuk bersama-sama menjaga melestarikan kawasan hutan lindung dan daerah tangkapan air demi keberlangsungan sumber air bersih, sebelum Batam defisit air.

Tapi anehnya, personel Ditpam saat melaksanakan tugas negara di dalam semak belukar, hanya menggunakan perlengkapan parang dan pisau kecil biasa alias pisau dapur serta operasional tapak tilas, sehingga terlihat babak belur bermandikan peluh beraroma micin Haji Nomoto. (rm,tsi,akb)