Harga Sembako Selangit Mahasiswa Batam Unjuk Rasa

oleh -282 Dilihat
oleh

MEDIAALIF.COM,Batam – Puluhan bahkan ratusan Mahasiswa Batam kembali turun ke jalan, disebabkan Harga Kebutuhan Pangan (Sembako) setinggi langit, dan menolak Jabatan Presiden 3 Periode, diseputaran pusat Kota Batam, Rabu (13/4/2022).

Kali ini terlihat Mahasiswa lebih banyak mengusung bendera Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), sebagai kelanjutan dari unjuk rasa Aliansi Mahasiswa pada 11 April lalu.

Dalam aksinya mulai pagi hari, Mahasiswa menyampaikan beberapa tuntutan yang sama dengan aksi kemarin. Dan Binsar Hadomuan (GMKI) salah satu koordinator unjuk rasa mengatakan, mereka meminta Pemerintah segera menstabilkan harga Sembako, terutama minyak goreng, kenaikan BBM dan menolak masa jabatan Presiden 3 periode.

“Luhut, Bahlil dan Erlangga Hartanto segera digantikan atau dicopot. Sebab mereka telah membuat kegaduhan di Indonesia dengan wacana perpanjangan masa jabatan Presiden sampai 3 periode, jangan berpolitik terus, perhatikan rakyat kecil yang sudah susah semakin menderita,” ucapnya dengan semangat 45.

Karena tak satupun anggota DPRD Kota Batam yang katanya wakil rakyat bernyali datang menemui mereka, lalu para Mahasiswa bergerak menuju Kantor Walikota Batam, untuk bertemu H.M. Rudi sebagai Walikota terbaik Asia.

Namun, mahasiswa mendapatkan hasil yang sama. Jangankan Walikota terbaik tersebut, tak satupun pejabat Pemko Batam hadir menemui Mahasiswa yang membawa aspirasi tuntutan rakyat.

Kemudian, unjuk rasa beralih ke Kantor BP Batam. Tapi Kepala BP Batam tidak berada di tempat, maka para mahasiswa kembali ke gedung Dewan. Dan disini sempat terjadi aksi dorong-dorongan dengan aparat Kepolisian, sebab para pendemo berusaha menerobos pagar Gedung DPRD.

Pengunjuk rasa juga sempat memblokir jalan, namun petugas keamanan segera menertibkannya. Dan pada pukul 14:00 wib, anggota Komisi I DPRD Batam, Utusan Sarumaha, hadir menghampiri pengunjuk rasa, lalu disambut baik oleh Mahasiswa sambil menyodorkan selembar surat kepada Utusan untuk ditandatangani.

Sementara itu, menanggapi tuntutan Mahasiswa, Wakil Walikota Batam, Amsakar Ahmad, mengatakan bahwa yang mampu menjawab aspirasi mereka adalah Pemerintah Pusat. Sebab, beberapa isu yang digaungkan merupakan wewenang pusat. Dan aksi yang dilakukan para mahasiswa merupakan bentuk dari Demokrasi.

“Silakan sampaikan apapun pendapat mereka. Tapi untuk menjawab aspirasi mereka, yang berhak bicara itu pusat. Kalau masalah sembako, sudah kita bahas dan akan ada oprasi pasar mejelang hari raya atau akhir hari raya,” kata Amsakar.

Tapi anehnya, mahasiswa menyampaikan aspirasi tuntutan rakyat agar Pemerintah setempat segera menstabilkan harga sembako, dan fungsi pengawasan atau apa gunanya tim sidak maupun wadah lainnya, namun tidak jelas arahnya. (rmsag,tsi,akb)