Rokok Ilegal Menjamur, Kepala Bea dan Cukai Batam Bersilat Lidah

oleh -133 views

MEDIAALIF.COM,Batam – Bea dan Cukai Batam sangat gencar mendengungkan slogan “Gempur Rokok Ilegal” tanpa dilekati pita cukai termasuk beberapa gudang rokok.

Diantara gudang rokok ditemukan oleh awak media Alif.com ini (bukti lemahnya konsep sistem pengawasan/penindakan BC Btm) yang berkedok Ruko tanpa TDG / papan nama alias Toko yang menyatu dengan rokok lainnya di salah satu kawasan perumahan elit (Dok. foto).

BC Batam juga melakukan kampanye “Legal itu mudah” dan terus memberi sosialisasi / edukasi agar pengusaha membayar cukai.

“Di Batam ada 11 pabrik rokok. Produksi rokok Batam kebanyakan untuk ekspor, dan seluruh rokok yang beredar harus berpita cukai, tak ada lagi rokok khusus kawasan FTZ,” kata Ambang Priyonggo Kepala BC Batam saat pemusnahan 66,78 juta batang rokok, di Sagulung (29/12/2021) lalu.

Terkait rokok ilegal (seperti Manchester, Rexo, Ofo bold) terkesan subur di Kota Batam, hingga mampu hijrah melanglang buana menggunakan kontainer melalui pelabuhan tikus nan indah mengharungi lautan pada malam dini hari mengendap-endap dan tersembunyi.

Ismail Ratusimbangan Sekretaris LSM Pemantauan Kinerja Aparatur Pemerintah Pusat dan Daerah ( LSM PKA – PPD ) Prov. Kepri mengatakan, melihat realita dilapangan, maraknya peredaran rokok tanpa pita cukai, ini tanggung jawab Bea dan Cukai Batam, sebab mereka yang memiliki kewenangan, Selasa (20/9/2022)

Penindakan yang mereka lakukan selama ini, ujar Ismail, sebatas toko kelontong dan grosir warung -warung kecil, secara tidak langsung telah menyusahkan masyarakat kecil. Kita tidak membela mereka yang bersalah / menjual rokok yang salah, tapi harusnya di lakukan penindakan dari akar masalahnya.

Lanjutnya, slogan gempur Rokok ilegal, lalu menayangkan berita terkait penindakan jutaan batang Rokok, tetapi tidak pernah menyampaikan siapa pemilik Rokok, terkesan disembunyikan dengan rapi. Sudah benar dan seimbangkah anjuran UU dilaksanakan..??

“Apakah instansi Pemerintah sebesar Bea dan Cukai sudah tidak mampu lagi memberantas peredarannya, tiada guna berkamuflase di mata masyarakat. Sementara kerugian yang ditimbulkan semakin tinggi mempengaruhi pertumbuhan perekonomian negara. Sebaiknya Pejabat tersebut diganti saja,” tegas Ismail.

Batam era terkini disemarakkan Rokok ilegal yang tumbuh subur dan semakin berkembang biak alias baik oleh tangan-tangan terampil terdidik dan berloyalitas tinggi, bagaikan gula di lumbung padi, tapi dapat mempengaruhi nilai pendapatan bagi NKRI.

Gemah Ripah Loh Jinawi bukan semboyan kosong belaka, namun layak disandingkan pada suatu daerah yang memiliki potensi besar dengan metode pengelolaan yang baik dan benar, bukan untuk keuntungan pribadi atau golongan tertentu yang berdalih konsep investasi bersinergi membangun negeri.

Inilah petuah para tetua boedak laot boedak melayu yang mengharungi pelosok negeri, Rokok ilegal bermarwah Nusantara asal Batam menjelajah samudera Jambi Palembang Jkt Medan Sumbar Riau dsb, berbuah kebajikan…namun Bea dan Cukai Batam dinilai mahir bersilat lidah…

“Malang orang ku sangka Batu, Tanjung Bemban nampak meredup, Sungguh malang nasib diriku, menanggung Beban seumur hidup…”. (rickymorasag)