Maraknya PMI Ilegal, Fungsi Monitoring Pelabuhan Kota Batam Patut Dipertanyakan

oleh -78 views

MEDIAALIF.COM,Batam – Pasca 598 Paspor Wisata yang ditunda keberangkatannya oleh Imigrasi Batam, kondisi pelabuhan internasional terlihat adem bersahabat dan tertib. Tindakan tegas oleh Lembaga Pemerintah tersebut sangat tepat dan berwibawa.

Terkait PMI ilegal menggunakan Paspor Wisata, pihak Imigrasi Batam melalui Humas menyampaikan, bahwa Kantor Imigrasi Batam telah menerapkan tata cara yang baik dalam beberapa tahapan sebagai berikut : ….

  1. Pada saat proses keberangkatan ke luar negeri, pemeriksaan Keimigrasian selalu dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Dan terhadap pelaku perjalanan dalam rangka bekerja sebagai PMI, petugas akan meminta visa bekerja dan dokumen pendukung lainnya, seperti Rekomendasi Dinas terkait bidang Ketenagakerjaan.
  2. Petugas Imigrasi selalu melakukan proses pendalaman (wawancara) dan profiling secara teliti terhadap pelaku perjalanan internasional, sebagai upaya pengawasan dan perlindungan kepada WNI yang melintas.

Petugas akan melakukan penolakan jika pelaku perjalanan tidak dapat memenuhi persyaratan tersebut. Pada bulan April – Agustus 2022, Imigrasi Batam telah melakukan penolakan keberangkatan terhadap 598 WNI yang ingin melintas yang diduga akan menjadi PMI Non Prosedural.

  1. Guna mencegah keberangkatan PMI Non Prosedural, Imigrasi Batam senantiasa menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, diantaranya Kepolisian, BP2MI, KKP, Bea Cukai dan instansi stakeholders lainnya.

“Mari kita jaga bersama kondusifitas Kota Batam, kita tatap ke masa depan pembangunan Negeri Melayu ini, khususnya Batam dengan menjunjung tinggi nilai beretika, saling menghargai jalin silaturahmi dan solid,” tutur Tessa, Humas Imigrasi Batam (19/9/2022).

Dikabarkan sebelumnya, Kota Batam dihebohkan oleh aksi ratusan pekerja migran, entah benar entah tidak stay di Batam, tiba-tiba muncul pada pagi hari dengan Paspor Wisata menuju negeri jiran, yang diberangkatkan oleh salah satu biro jasa yang gagah dan comel.

Disinyalir, akibat tingkah polah tim kerja sang calo alias biro jasa berbagi rejeki secara terbuka pada titik lokasi tertentu, para pekerja migran yang disembunyikan pada suatu tempat pun muncul, lalu menerima Dokumen Negara berupa Paspor Pelancong diatas kapal ferry (dihiasi model uang tunjuk) oleh tim biro jasa inisial HS berwajah suci terkesan lugu.

Namun hal itu dianggapnya sudah benar dan halal selaku pejuang kehidupan dalam hal pengurusan Dokumen Negara alias pebisnis paspor, telah berhasil dan sukses menorehkan aksi pekerja migran semakin gila di Kota Batam.

Hingga berita beredukasi ini ditayangkan, pihak terkait yang berhubungan dengan keberhasilan dan suksesnya ratusan PMI yang diberangkatkan melalui pelabuhan belum dapat dikonfirmasi untuk keseimbangan informasi yang baik dan benar. (rickymorasag)