Pot Batu Estetika Batam Muncul Diduga Menggunakan Kacamata Galau

oleh -14 Dilihat
oleh

MEDIAALIF.COM,Batam – Terkait estetika / keindahan, seyogyanya Li Claudia sebelum mengambil kebijakan tidak asal comot kalimat, agar tidak menyentuh hati Bumi Melayu, dan kinerjanya membawa empati, seperti info akhir-akhir ini.

Hal tersebut menuai sorotan publik, semoga Prioritas Program kerja nya terlaksana dengan baik, tepat terarah tidak molor, tidak melompat sana lompat sini. Namun tentang wujud keindahan / Estetika terbarukan Kota Batam, bisakah dijelaskan berdasarkan apa kajiannya.

Menurut pemerhati sosial yang juga berprofesi sebagai praktisi hukum, bahwa jamaah BP Batam sangat tinggi ilmunya. Amuba di ujung lautan nampak, gajah didepan mata dianggap semut. Bgm caranya Area Laut bisa di PL kan dan dibangun, tentu ada metodenya, tanyakan sama ahlinya ada di BP Batam.

“Tapi soal Estetika Pot Batu, indah apa gelap, tanyakan sama murid sekolah, pasti dijawabnya dengan baik diiringi jiwanya yang tulus atau polos, sambil tersenyum menanti ice boba mixue disebelah gacoan,” jelas R Simbo dengan bahasa simple bernuansa pujangga.

“Saya meyakini bahwa segala kepastian yang akan terjadi dimuka bumi ini sudah diatur oleh-NYA. Para makhluk hidup hanya menjalani masa produktifnya lalu terhenti seketika. Demikian pula proses hukum didunia tidak terlepas dari kronologi suatu peristiwa. Tapi tetaplah ingat kebesaran Tuhan,” ucap R Simbo berbahasa philosofi, Jumat (1/5/2026).

Pot Batu berisi bunga identik kemana arahnya, apa manfaat dan sumber pembiayaan harus jelas, CSR atau uang pribadi beraroma rasa tulus

Li Claudia, Wawako Batam sekaligus merangkap jabatan Ex-Officio Wakil Kepala BP Batam, tentu memiliki sikap maupun sifat berwibawa serta berwawasan sangat luas, tegas dan berani tampil mengambil keputusan yang bijak, bukan dusta yang bersembunyi dibalik irama politik.

Pahami dulu Cultural Aspek Melayu banyak yang terpendam, tapi tiada niat yang baik serta tulus untuk menggalinya. Dimana fungsi SDM, apa kerjanya selama ini, contoh kolaborasi tata kota dan kebudayaan/pariwisata.

Berapa milyar uang rakyat (APBN/APBD) yang dihabiskan membangun Batam secara signifikan kedepannya disukai turis/wisatawan, selain dari kalung bunga kuliner hibah, seminar/FGD terkesan melempem, konsepnya ngawur berase bangga pula.

Terkait konsep pembangunan Pulau Kalajengking atau Pulau Kunyit lalu disebut Pulau Putri sebuah legenda Melayu pada alur hulu Sungai Nongsa histori Raja Isa – Pulau Batam. Perkembangan Batam juga diisi oleh paduan kaum emak-emak turut bersuara.

“Kami kaum emak-emak rakyat kecil yang merasakan langsung dampak pembangunan tidak seimbang. Bahan sembako melonjak, lalu ditutupi dengan pasar murah. Khususnya masalah air bersih ternyata Air Keruh, beragam alasan muncul, sampai kapan kami harus beli air galon bu Claudia,” keluh kaum ibu inisial Mn, Ti, Cl, Ft, Id, Sn.

“Apa benar Batam layak disebut menarik, jalan molek terlihat tambal sulam oleh ilmu canggih kontraktor. Hujan sesaat saja telah dihiasi banjir lumpur melanda waktu antar jemput anak-anak sekolah, mana drainasenya, lahan hutan disalon botak, reklamasi alur pantai tutup mata, kami juga tahu hal itu,” keluhnya.

Sesuai program pemerintah, kata emak-emak, bahwa mencintai Literasi suka membaca akan menambah wawasan, sebab Tuhan telah memberi akal yang sehat untuk berpikir dengan benar dan bermanfaat bagi orang lain, serta tiada makhluk yang sempurna dimuka bumi ini.

“Bu Li Claudia fokus dikitlah, Estetika itu suatu objek kalimat yang ditimbulkan karena mengandung unsur seni, yaitu indah, unik punya nilai rasa mengisi hati yang nyaman di dalam jiwa, didukung bentuk dan warna, bukan redup dan kelam ibarat sifat egois manusia yang tersembunyi tapi pintar bersilat lidah,” ulasnya.

“Sampai kapan kondisi Kota Batam seperti ini, dimana letak konsep pembangunan itu akan terarah pada sumber kehidupan peradaban kebudayaan Melayu. Gunakan lah anggaran biaya yang dipungut dari uang rakyat jutaan jiwa pajak rakyat dengan baik dan benar, sebelum hukum alam berkehendak lain,” tutur kaum emak-emak, Minggu 3/5/2026. (Ls rmsag)