PLN Batam Merupakan Pioneer EBT Di Kepulauan Riau

oleh -462 Dilihat
oleh

MEDIAALIF.COM,Batam – PLN Batam berkomitmen mendukung Transformasi dan transisi energi, khususnya dalam mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) 29 persen pada tahun 2030, dengan target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.

Komitmen kelistrikan ini tercermin dalam penandatangan perjanjian antara PT PLN Batam bersama beberapa Perusahaan di Batam, pada Rapat Kerja Semester II PLN Batam, Jumat (25/8/2023).

“Kolaborasi ini dilakukan untuk mendukung upaya pemerintah mempercepat transisi energi di Batam khususnya dan Indonesia pada umumnya. PLN Batam tidak bisa berdiri sendiri, jadi harus terbuka dan bersinergi dengan berbagai pihak demi mencapai target Net Zero Emission 2060,” kata Irwansyah Direktur Utama PT PLN Batam.

Irwansyah menambahkan, untuk pengembangan solusi PV Rooftop sudah dilakukan kolaborasi dengan beberapa perusahaan besar di Batam. Diantaranya implementasi pembangunan PLTS rooftop di PT Sat Nusa Persada berkapasitas 369 kWp dan PT Mc Dermott sebesar 6,2 MWp yang saat ini sedang konstruksi. Yang terbaru, hari ini kita lakukan penandatangan perjanjian dengan PT Sinergy Oil Nusantara berkapasitas 1,4 MWp.

“Upaya transisi energi menuju energi bersih dengan meningkatkan bauran energi baru terbarukan (EBT) dapat menjadi tulang punggung sistem kelistrikan Batam. Kami berharap kehadiran PLTS Rooftop tidak hanya menekan emisi karbon, tetapi listrik dari pembangkit ini dapat dimanfaatkan untuk menerangi Pulau Batam dan sekitarnya yang terhubung dengan jaringan listrik PLN Batam,” pungkasnya.

Direktur Legal dan Human Capital PT PLN (Persero) Yusuf Didi Setiarto yang ikut menyaksikan penandatangan perjanjian mengungkapkan, bahwa ini sebagai langkah awal bagi PLN Batam untuk bersama-sama mewujudkan transisi energi, dan berharap pembangunan PLTS akan semakin meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Pulau Batam.

“Bagi saya PLN Batam terasa special dan termasuk unit bisnis paling sering saya singgahi. Menurut saya, juga sebagai salah satu unit bisnis paling cerah masa depannya,” ungkap Didi.

“Lokasi Pulau Batam yang sangat strategis berada dekat dengan Singapura dan Johor berpeluang meraih simpati dunia industri internasional dengan potensi energi baru terbarukan (EBT) sehinga arus investasi terus mengalir ke Pulau Batam,” jelasnya.

Didi memaparkan bahwa Target dan Visi PLN Batam dalam 10 Tahun kedepan adalah menjadi Perusahaan Penyedia Energi Hijau Terbaik di Singapore, Johor dan Riau (SIJORI). Hal ini didukung dengan akan dibangun transmisi dari Sumatera ke Batam Bintan.

“Jika kabel Sumatera – Batam – Bintan di Tahun 2026 masuk ke Batam maka akan ada 300 MW energi hijau yang masuk ke Batam, sehingga harus direncanakan dari sekarang untuk pengembangan bisnis yang dapat dioptimalkan,” tutup Didi. (hmco)