MEDIAALIF.COM,Batam– Humas BP Batam Sazani menyebutkan, tampilan foto pada pemberitaan media Alif.com (tayangan ke 3) adalah gambar lama. Hal itu bermakna bahwa panorama kejadian tersebut benar adanya, namun terkesan ditutupi selama ini.
“Gambar lama tu…sekarang semua sudah tertata pak,” kata Sazani, Minggu (23/10/2022) melalui pesan WA – saat redaksi media ini mencoba share berita terbaru kepada humas, dan judul berita diatas merupakan inovasi tata bahasa filosofi, seperti dibawah ini.
“Terkait Pasar Ikan Internasional, SDM dan Humas BP Batam Tersenyum Manis” yang dinilai layak dikonsumsi oleh publik dengan judul sederhana serta humanis, sesuai kondisi global yang sedang dihadapi Bangsa Indonesia bukanlah tersenyum bangga.
Namun, Sazani humas serta Sudirman SDM rumah sakit BP Batam maupun atasannya Oktareza dan Joni Chendri dianggap lalai dan lemoot sebab tidak transparan tidak bijak terkait langkah perbaikan yang dilakukan termasuk parkir semraut.
Mengenai foto lama pada berita yang telah dipublikasikan, pihak Humas BP Batam pernah melakukan publikasi hingga beberapa kali dengan gambar kadaluarsa berusia 1 – 2 tahun lalu, bukan usia seumur jagung persis Plafon karya anak soleh yang Runtuh Serentak (Mesjid Tanjak), siapa yang salaah ku tak tahu…
Diantara gambar kadaluarsa itu, diperankan oleh Anggota 3 / pejabat dalam rangka berfoto Selfy di Lokasi DAM Sei Harapan sambil gowes sepeda sehat pada sisi air DAM yang menyusut drastis setelah muncul aktifitas, seperti Perumahan Cantik dan Mahal yang disembunyikan, ibarat Artis model lama tanpa nama, kereen banget bah..
Perlu diketahui, beberapa elemen masyarakat / stakeholder di Batam melalui media ini, memberi komentar tentang bentuk dasar berdirinya rumah sakit adalah Yayasan dengan misi atau bersifat kemanusiaan ber – Ketuhanan Yang Maha Esa.
“Gedung Rumah Sakit BP Batam domisili Sekupang dibangun menggunakan Anggaran Biaya Negara berasal dari pajak rakyat bukan uang milik pribadi atau golongan. Apa lagi RSBP Batam saat ini go internasional kawasan KEK Kesehatan,” ujar stakeholder pada tayangan sebelumnya.
“Bukan puluhan milyar bahkan mencapai ratusan milyar uang negara mendirikannya untuk kemanusiaan, serta fasilitas umum lainnya dengan layak. Maka manusiakan lah manusia itu (keluarga pasien rawat inap) sebagai makhluk yang diciptakan Allah Swt Tuhan YME sama seperti dirimu, anak istrimu juga ,” tutur tokoh tetua di Kota Batam.
Dalam kilas balik, redaksi media ini pernah melakukan bincang ringan bersama Humas Protokol demi kebaikannya soal release publikasi, berupa korelasi dan karakter berita, maupun huruf pada awal nama instansi dan nama pejabat yang ada, serta keseimbangan berita dengan tata bahasa sederhana yang bermotivasi. (rickytsi)





