MEDIAALIF.COM,Batam – Problema Air semakin parah mencuat di Kota Batam, kembali memicu Aksi Demo besar masyarakat diduga karena kelalaian PT ABH (janji melulu), namun BU Spam BP selalu tampil terdepan dimuka publik senantiasa tersenyum.
Akibat janji-janji itu, memicu kesabaran penduduk, berupa Berbalas Pantun menyentuh rasa dan akal sehat Doktor AA (Amsakar Achmad) dan Mrs LC (Li Claudia) menjadi viral, khalayak banyak mengabadikannya “Walikota Mati, Dewan Kita Mati”. Pasalnya, PT ABH tidak becus kerjanya dinilai publik, dan imbasnya kena atau muncul lagi PT Moya Indonesia. “Polemik sinetron, ada apa dengan cinta…”.
Sementara itu, Batam di dendangkan sebagai kota metro/inspiratif, diluar dari Banjir Lumpur menghiasi moleknya Infrastruktur jalan, prioritas Drainase menciut terkesan melempem, muncul lah Box tampungan air berirama kicauan kenari hanya beberapa box saja, sehingga parkiran Air berlimpah dianggap sepele, lalu dengan tertib melenggang menjadi aliran danau seketika…
Terbersit histori, ucapan adalah Doa Batam tidak banjir hanya air menggenang saja, ucap Amsakar (Wawako Batam) saat itu.
Perkembangan terkini, Aksi Demo besar warga Batam momen Kuda Api 2557 Kongzili, wilayah Tg Sengkuang, Batu Aji, masyarakat Kec. Sekupang dan sekitarnya, terkait problema dangdut polemik Air Bersih atau Air Minum atau Air Keruh Berbau Tak Sedap, serta Krisis Air dalam fenomena yang ditampilkan, akhirnya tercetuslah BP Batam membentuk Tim Task Force mengkaji ulang…
Perjanjian Kerja Sama Pengelolaan Air Bersih dengan PT Moya Indonesia. Tim Task Force diketuai Denny Tondano, dan Iyus Rusmana Waka I, Fesly A.Paranoan Waka II, melibatkan seluruh unit kerja. Diluar dari Direktur PPLPR (16/6/2025), Denny disebut pejabat tidak cermat oleh BPK -pemeriksaan Lap.Keu BP Batam 2024- dalam kinerjanya menimbulkan masalah (PR).
Menurut sumber terpercaya, baik stakeholder juga pihak berkompeten di Prov Kepri Kota Batam enggan dipublis namanya, bahwa Direktur BU SPAM BP Batam “Denny Tondano” sejak tahun 2023 – 2025, telah menimbulkan persoalan pelik pada pemasangan Water Meter pelanggan oleh BU SPAM BP, sebab ribuan water meter yang terpasang dirumah pelanggan tidak memenuhi spesifikasi standar SNI dengan kode 2547:2008. Seyogianya mengikuti Anjuran Aturan yang ada.
BP Batam Tidak Taat Aturan berdasarkan Permendag No.68 Thn 2018 Tentang meter air berusia 3-5 tahun wajib dilakukan Tera Ulang.
Sejak tahun 2023 BP Batam mengelola SPAM tidak melakukan tera ulang terhadap 227.569 unit meter air milik pelanggan. Sementara itu, ribuan water meter yang bermasalah (menjadi PR) pada masing-masing periode, termasuk masalah pembayarannya mencapai Rp 34 milyar lebih, juga terdapat transaksi yang menjadi kewajiban BU SPAM (Water Meter) yang bersumber dari pendapatan BP Batam merupakan biaya pemeliharaan, indahnya berbagi takjil ibadah umroh bertamasya ke negeri Mekkah berwisata religi.
Kilas Balik Kronologi Problema Air dan Sistematis Pengelolaannya, ucapan Pejabat BP
Saat RDP di Komisi III DPRD Batam (Feb 2023) keluhan demi keluhan masyarakat mencapai puncak klimaks. Tercetuslah bahwa pengelolaan air dilaksanakan oleh ABHI dan ABHU – ucap Pejabat BP – membuat khalayak banyak bingung melongo karena kaget, terutama YLKI Batam.
Problema kebutuhan air yang berkepanjangan karena janji – janji melulu BU Spam BP hingga awal thn 2026 menghiasi wajah bersih molek dan tulus para staff Pejabatnya, dimulai sejak pergantian Pengelolaan Air – ATB dengan PT MOYA Indonesia selaku pengelola baru.
Akan tetapi, yang selalu terdengar suaranya kian Merdu dan Sendu melalui Biro Humas yang sangat pintar dan cerdas bernyanyi dalam iklan media publikasi adalah SPAM BP Batam (bukti tertera pada papan reklame). Sementara nama besar PT Moya menciut raib seketika bagaikan Amuba mampu membelah diri, lalu melahirkan anak kembar bernama Abhi dan Abhu.
Tahun berganti tahun, kata narasumber, Kamis (26/2/2026) permasalahan Air sering muncul kepermukaan, hampir di setiap sudut perumahan, baik di beberapa Kelurahan maupun Kecamatan. Bahkan problema Air semakin parah dengan aroma berbau tak sedap, dihiasi cacing halus, kondisi air berwarna hijau, dan Spam BP berkembang menjadi Spak.
SPAM BP ‘sistem pendistribusian air minum – berkembang menjadi SPAK ‘sistem pendistribusian air keruh’ telah terjadi hingga saat ini, ucap tokoh masyarakat Lembaga Konsumen saat RDP.
Dalam RDP (Senin, 6/2/2023) pejabat BP menyebutkan bahwa saat ini pelayanan air bersih melalui 2 metode, yaitu Air Hilir dan Air Hulu Batam, sedang perbaikan jaringan pipa air di lokasi Duriangkang menelan waktu sampai 8 bulan bisa lebih.
Akan tetapi masih berdalih perbaikan atau peremajaan pipa berusia 30 thn keatas, layak dianggap matang/dewasa dan pintar cukup sehat akalnya. (Ls rickymorasag)
Next…**Siapa Ayah dari Abhi dan Abhu yang baru lahir entah kapan hamilnya (ijab kabul KUA) berhasil mengajarinya untuk tampil dicelah cermin buram betapa cantiiknya Moya Indonesia yang merupakan ibu asuh sekaligus pemenang tender **





