Kapolri Dan Panglima TNI Ingin KTT G20 Berjalan Sukses

oleh -239 Dilihat
oleh

BALI – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memimpin apel gelar pasukan Operasi Puri Agung 2022 dalam rangka pengamanan puncak forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 15-16 November mendatang.

“Kita laksanakan pengecekan langsung berbagai macam peralatan, sehingga masing-masing memiliki kesiapan terkait pelaksanaan tugasnya, mulai dari kondisi normal sampai dengan kondisi kontijensi, baik pengamanan rolakir sampai apabila ada permasalahan unjuk rasa, ancaman bom juga teknis evakuasi serta kesiapan sarana dan prasarana lainnya yang diperlukan,” kata Kapolri di Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar, Senin (7/11/2022).

Mantan Kabareskrim Polri ini menuturkan, Polri akan melaksanakan pengamanan mulai dari awal saat masuk lewat bandara atau pelabuhan. Pihaknya sudah menyiapkan personel khusus yang dilengkapi teknologi CCTV hingga face recognition untuk memonitor data orang-orang yang dalam tanda kutip mendapatkan pengawasan, baik dari luar negeri maupun dalam negeri.

“Tentunya kita sudah mengklasifikasi target-target tersebut masuk dalam kelompok ancaman apa. Mulai potensi unras sampai melakukan serangan-serangan yang bersifat teroris.” jelasnya.

Dengan koordinasi pengamanan ini, Kapolri menegaskan yang paling utama adalah jangan sampai ada peristiwa di ring 3 yang dapat mengganggu di ring 2 dan ring 1.

Apel gelar pasukan, kata Sigit, adalah bagian proses pengamanan yang dilaksanakan bersama Panglima TNI sebagai Ketua Pengamanan KTT G20. Polri siap mendukung agar pengamanan KTT G20 bisa berjalan dengan aman, lancar dan baik serta membawa harum nama Bangsa Indonesia di kancah dunia.

Sementara itu, Panglima TNI menyampaikan bahwa tim gabungan terpadu pengamanan KTT G20 ini sebanyak 18.030 anggota. Dari Polri ada sekitar 262 personel yang masuk dalam satgas pengamanan VVIP.

Selain perbantuan anggota Polri untuk pengamanan, Panglima TNI melihat banyak aset Polri yang nanti bisa diintegrasikan dalam proses pengamanan, semisal kendaraan dan tim penjinak serta tim kendaraan lapis baja.

“Ini sangat berguna apabila dari VVIP ada insiden yang membutuhkan kehadiran kendaraan lapis baja perlu kita evakuasi. Kami sendiri menggelar 26 kendaraan lapis baja tapi tadi Polri ternyata memiliki juga sehingga kami miliki tambahan apabila diperlukan,” katanya.

Sejauh ini, kata Panglima TNI, secara umum belum ada potensi ancaman yang signifikan. Namun ia mengakui ada beberapa serangan siber. Namun, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BSSN, BIN dan Polri untuk mengatasinya.

“Kita bersama BSSN, BIN, Polri sudah berkali-kali untuk mencoba simulasi dan kebetulan ada gangguan yang real dan beneran. Itu justru membuat kami lebih matang. Tapi kami tetap mengimbau masyarakat Indonesia untuk membantu seandainya mereka yang punya skill dan kemampuan melihat adanya percobaan gangguan terhadap jaringan siber,” paparnya.

Dalam kesempatan ini, ia menyampaikan yang terpenting para Kepala Negara dan Delegasi yang hadir dalam KTT G20 bisa merasa nyaman dan aman. Sehingga pelaksanaan KTT G20 yang dilaksanakan Pemerintah dapat berjalan sukses. (***)