ARS Oknum P2TL Imperium Dinilai Tidak Cakap Terkait Keluhan Masyarakat Batam

oleh -358 Dilihat
oleh

MEDIAALIF.COM,Batam – Terkait alat kWh meteran rusak atau dianggap tidak normal, walaupun Segel utuh, namun pihak P2TL b’right Imperium menuduh pelanggan yang melakukan perusakan.

Keluhan demi keluhan yang tertahan didalam benak masyarakat, seperti kecurigaan adanya ketimpangan atau permainan terselubung kerap kali terjadi masih mengganjal hingga saat ini. Dan warga/konsumen sudah mencoba bertemu dengan Manager P2TL Arif Sumarna di gedung Imperium.

Hal tersebut disampaikan oleh pengguna arus listrik kepada redaksi media Alif.com ini, biasanya orang awam yang merasa terjepit ketakutan, pengusaha kecil di perumahan atau penyewa tempat, selebihnya terdapat cincai-cincai bermain mata, sehingga konsumen merasa dikibuli dan dirugikan.

“Kami merasa dirugikan karena harus membayar tagihan denda susulan sampai puluhan juta, dan listrik diputus seketika, Meteran dibongkar lalu dibawa alias disita petugas. Percuma saja ketemu managernya tidak cakap, karena jawabannya sama berdalih aturan sistem,” ucap sumber inisial J, Rg, Ft, As dan Wi di Purimas & Niagamas Batam Kota, Minggu (13/10/2024).

Sumber lain menambahkan, yang bisa bongkar pasang, utak-atik listrik dan bilang alat kWh meter rusak siapa ya pak ? Lantas menuduh orang yang merusaknya kayak Pak Hakim aja. Kami orang awam tidak mengerti listrik akan membawa modus tipu-tipu ini ke Krimsus dan Kejaksaan.

“Kami merasa tertekan dan dikibuli sama oknum P2TL, baik pekerja outsourcing maupun pegawai PLN didampingi Aparat, katanya sesuai SOP sambil menunjukkan tulisan peraturan gubernur (UU dan sanksinya) penyalahgunaan arus atau pencurian listrik sampai milyaran rupiah. Kalau mau ditertibkan cek aja semua,” cetus warga disekitar pasar Bengkong (15/10/24).

Dalam materi yang sama, awak media Alif.com ini mencoba melakukan konfirmasi terkait keluhan tersebut dan temuan dilapangan, serta perawatan/peremajaan Meteran Listrik Berusia Tua Renta kepada Manager ARS, meskipun sampai berulangkali dan harus menunggu berhari-hari dengan alasan sibuk banget.

Manager P2TL mengatakan, pihaknya secara rutin dan bertahap melakukan pengawasan. Petugas dilapangan merupakan pegawai PLN bukan honorer outsourcing dibawah naungan atau rekrutan perusahaannya sendiri.

“Bila ada petugas kami yang melakukan tindak penyelewengan energi listrik tentu akan ditindak sesuai perbuatannya. Tapi kalau tenaga outsourcing bukan urusan kami, namun tetap didengarkan keterangannya terkait hal-hal yang diperbuatnya, dan mencari solusinya,” kata Arif Sumarna.

Akan tetapi terkait metode pemeriksaan alat kWh meteran rusak (keluhan konsumen) berkaitan dengan perawatan/peremajaan Meteran Listrik Berumur Senja menurut Aturan UU maupun Pergub, belum ada kejelasan yang pasti alias bungkam.

Termasuk diantara temuan dilapangan : Tagihan Listrik homestay ruko aktif, THM, bisa dipatok atau beda tipis dengan perumahan biasa) terkesan tipu-tipu, melempem ibarat peyek dengan sop ikan tuna dari jenis cluster paus berekor kuda sembrani, dalam peningkatan pelayanan energi listrik terbarukan (NZE) menuju Indonesia Emas.

Begitu hebat dan besarnya loyalitas kewenangan oknum ARS manager P2TL menjaga kesehatan pundi-pundi rejeki ras istimewa yang tersistem pada dana taktis anggaran talangan, diduga terinfeksi oleh energi virus rasa khilaf dibelenggu senyum cerah bahagia berupa Sinar Alfa, berasa kecut didalam lidah. (tm rmsag)