Batam Tidak Banjir Hanya Air Menggenang Saja Part 1

oleh -235 Dilihat
oleh

MEDIAALIF.COM,Batam – Saat banjir muncul menghiasi cantiknya pembangunan infrastruktur Kota Batam, tercetus kalimat yang tertanam di dalam benak masyarakat luas, “Batam tidak banjir hanya air menggenang saja”.

Kalimat itu terdengar santai dan gampang diucapkan oleh Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad, merupakan konsumsi publik menjadi sorotan tajam hingga terngiang menyentuh hati, dalam rekam jejak seorang tokoh pejabat berpendidikan tinggi, sementara penduduk memilih diam tersenyum kecut.

Seiring berjalannya waktu, ucapan adalah doa yang tercetus oleh H. Amsakar Achmad di dengar oleh Tuhan YM Kuasa. Banjir alias Parkiran Air pun meningkat menjadi Aliran Sungai dan Danau berlumpur berbau busuk, menambah beban kesengsaraan penduduk ditengah-tengah ekonomi sulit.

Lalu muncul pula explor pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 7 %, terkesan menutupi angka pengangguran, lonjakan harga barang pokok, touris/wisman melenggang riuh di trotoar nan molek dalam bualannya dll, merupakan PR derita rakyat yang disuguhi stakeholder berhias Sembako Murah.

Dalam hal ini, perlu solusi yang baik serta bijak, bukan menjual nilai investasi merusak anak telinga. Mungkin disebabkan oleh SDA dan SDM nya tidak sepadan, merasa empuk dan bangga duduk dibelakang meja sambil berdoa tersenyum manis tunggu perintah, menunjukkan sikap/sifat egois dan angkuh terhadap diri sendiri.

Terkait Banjir atau Parkiran Air Menghiasi Pembangunan Kota Batam

Walikota Batam/Ka.BP Batam, Amsakar Acmad mengakui titik Banjir alias Parkiran Air bertambah akibat pemanfaatan lahan masif, Rabu (27/8/2025) – ‘Analisis konteks materi, kawasan hutan bandara telah gundul dibotakin, baru seumuran bayi imut muncul lah efek AMDAL yang berkepanjangan’.

“Intensitas hujan beberapa saat saja sudah menimbulkan ‘Genangan Air’ yang cukup luas. Wilayah penyanggah (Hutan Lindung Hutan Penyanggah) terlihat telanjang, sehingga catchment area/daerah tangkapan air berkurang, contohnya alur air sekitar bandara langsung melimpah ke area kota Kepri Mall,” ucapnya.

Kemudian, Li Claudia Wakil Walikota/Waka BP Batam mengatakan, terkait banjir, banyak pembangunan tanpa sistem drainase yang baik. Saat meninjau area Bengkong (60 titik), Batam Kota dan Kepri Mall, diperkirakan 100 lebih titik rawan banjir (29/8/25). Fokusnya membenahi drainase yang tidak memadai alias menciut (bukan Drainase handal), entah kemana larinya material berjumlah ratusan gorong-gorong.

“Butuh waktu mungkin dua (2) tahun untuk mengatasi banjir sesuai anggaran. Mohon maaf, pembangunan di Batam suka-suka. Saat ini, pengusaha yang mau bangun harus diskusi dengan kami, seperti apa konsep/salurannya,” ucap Li Claudia, Rabu (3/9/2025) di Pemko Batam.

Acuan Konsep Tata Kelola Ruang dan Tata Kelola Pembangunan Sesuai Cultural Aspects

Menurut cicit mbah google yang bersinergi dengan cucu jendral nagabonar, enggan sebut nama menyampaikan, pada dasarnya manusia harus menjaga melekatkan diri dengan unsur alam, bukan pamer kecanggihan alat, otak cerdas berisi akal-akalan, lantas menyalahkan kondisi alam.

“Ingat..! bukan manusia saja yang punya sifat egois, serakah dan tamak mahir bersilat lidah. Namun, bila perpaduan unsur alam menyatu bereaksi dalam perut bumi, maka keangkuhan manusia pasti terjawab,” ucap cicit mbah google.

“Unsur-unsur alam punya sifat dan phylosofis, seperti sifat tanah, sifat air dan phylosofisnya, sifat udara, sifat matahari yang terbungkus bersama sinarnya. Contoh kecil, fotosintetis pada tumbuhan merupakan proses kimiawi alam,” papar cucu jendral nagabonar.

Seriuskah Mr. AA – Mrs LC membenahi carut marut tata kelola pembangunan dan tata kelola ruang Kota Batam, terkesan tersembunyi pada sebuah jabatan sesuai arahan pimpinan berisi pujian sensasional. Masih adakah SDM yang berkualitas, bukan pintar tersenyum omon-omon saja. (ls rmsag)