MEDIAALIF.COM,Batam – Pemberangkatan puluhan bahkan ratusan pekerja migran menggunakan Paspor Wisata semakin menggila di Kota Batam, melalui pelabuhan Batam center dan Harbourbay. Kuat dugaan karena adanya suap menyuap antara petugas berwajah lugu dengan para calo terkesan manja dan comel.
Hasil penelusuran media di kedua pelabuhan, ternyata penyebab membludaknya permohonan paspor selama ini di kota Batam, salah satunya adalah begitu banyaknya pemberangkatan PMI dengan paspor wisata. Sementara ketentuan aturan pekerja ke luar negeri harus memenuhi kriteria yang ada.
Sumber lain yang berhasil dihimpun mengatakan, setiap harinya pemberangkatan pekerja migran non stop karena sudah terkoordinasi secara kolektif sangat rapi, mulai dari tiket, cop paspor, hingga melibatkan agen kapal.
“Setelah kapal berangkat, agen kapal membagikan paspor kepada PMI. Biasanya mereka diberangkatkan waktu pagi hari atau kapal ferry pertama berangkat ke seberang / first ferry,” kata narasumber, Sabtu (10/9/22) malam, diseputaran pelabuhan Batam Center.
Terkait pekerja migran, Ipoel Suryadi Ketua Harian Aliansi LSM ORMAS Peduli Kepri kepada beberapa media, ia berujar, apa yang di sampaikan oleh sumber dan investigasi media dilapangan memang benar adanya.
“Wajar saja, jika ada yang mengatakan bahwa oknum Imigrasi di pelabuhan tersebut sebagai aktor di dalamnya, atau turut serta menyemarakkan keberangkatan pekerja luar negeri tanpa dilengkapi dokumen seperti visa ijin kerja atau permit dsb,” ucap Ipoel.
Lanjutnya, mereka (petugas) memiliki kewenangan tentu lebih tahu aturan, untuk apa warga negara Indonesia berduyun-duyun berangkat keluar negeri pada setiap harinya macam turis saja, dan seperti pebisnis yang punya kolega hebat disana.
Issue yang berhembus dilapangan, kata Ipoel, setiap bulan para calo bagi-bagi rejeki uang tutup mulut untuk oknum wartawan. Adapun calo tersebut berinisial Hs. Saya berharap Tim Saber Pungli tangkap para pelaku, karena pengiriman PMI tidak secara prosedural sama saja seperti Trafficking / Perdagangan Manusia.
“Kita mohonkan Atensi Bapak Kapolda Kepri dan Kapolresta Barelang segera usut hal tersebut dengan melibatkan tim saber pungli,” tutur Ketua Harian Aliansi LSM ORMAS peduli Kepri, Minggu (11/9/22) dibilangan Nagoya.
Paul Lein aktivis pemerhati lingkungan sosial memberi masukan, menyangkut PMI, inikan menyangkut nama baik bangsa Indonesia yang bekerja di luar negeri tidak memiliki ijin kerja, tentunya sangat di sayangkan. Dalam waktu dekat kita akan ajukan RDP kepada DPRD Kota Batam.
“Agar semua terbuka, siapa saja yang bermain. Dan hasil investigasi kita ternyata setiap PMI yang akan berangkat di minta uang sebesar Rp 6 juta sampai Rp 7 juta oleh para calo. Sedangkan untuk pengurusan dokumen paspor ada calo tertentu yang mengurusnya selama ini bekerjasama dengan oknum Imigrasi,” ungkap Paul.
Hingga berita ini diunggah, Kepala Imigrasi Batam Subki Muldi, S.Kom, MH, saat dikonfirmasi tidak memberi jawaban apapun alias bungkam. Namun awak media akan mencoba mencari masukan dari Kementerian Hukum dan Ham RI di Jakarta Pusat. (tim)






