Beraroma Korupsi, Plafon Mesjid Tanjak Icon Kota Batam Runtuh

oleh -497 Dilihat
oleh

MEDIAALIF.COM,Batam– Pembangunan Mesjid Tanjak menggunakan biaya PNBP senilai Rp 39.937.665.520,- hampir mencapai 40 milyar merupakan angka fantastis bagi martabat anak soleh. Namun struktur bangunan (Platfon) Mesjid Tanjak icon Kota Batam telah runtuh beberapa hari lalu, akibat adanya setetes air berkah beraroma korupsi.

Kontruksi bangunan Mesjid Tanjak terkesan canggih dan megah dipublikasikan oleh Kepala BP Batam juga merupakan Walikota Batam H.M.Rudi, melalui pemenang tender.

Pemenang tender, Kontraktor nomor wahid berkualitas dan profesional PT. Nenci Citra P, Konsultan Perencana Ir.GS.Prakoso MT, dan Konsultan Supervisi PT.Narga SB serta Dir.Infrastruktur Imam Bahroni, bagaikan bocah balita atas Mukzijat dari Tuhan dapat melantunkan suara azan secara fasekh memukau dan merdu disiang bolong.

“Rumah kami saja meskipun hujan lebat, hujan turun sampai berhari-hari tak runtuh plafonnya, bocor pun tidak. Apanya yang canggih, tehnologi dari mana datangnya, kontraktor dan konsultan bodoh kok dipelihara. Biayanyapun sangat menggiurkan,” celoteh warga dalam medsos juga di kedai kopi seputar runtuhnya plafon tersebut.

“Berapa nilai bagi-baginya buat anak soleh di Kota Batam. Kami pun tahu ilmu bangunan, seperti struktur tulang baja ringan atau besi padat dengan jarak tertentu fungsinya untuk daya tahan beban pada bangunan. Tapi kalau seumur jagung sudah bocor, itu namanya lalai korupsi material,” ungkap warga, Jumat (9/9/22) diseputaran Batam Kota.

“Kejadian runtuhnya plafon Mesjid Tanjak sebagai icon Kota Batam sangat memalukan, kayak bangunan tua saja. Seharusnya menjadi Atensi pihak Aparat Penegak Hukum (APH) di Batam secara logika akal sehat. Atau anggaran biaya PNBP ada pengecualian,” imbuh masyarakat Batam yang merasa heran atas keterangan publikasi humas BP Batam.

Sementara itu, diantara elemen masyarakat yang berkecimpung dalam dunia konstruksi bangunan berinisial Paw, Kb, Kos Bbu menyampaikan, apa hubungannya sama curah hujan, bilang sajalah atap kubah bocor – dak lantai atas perlu pemeliharaan perbaikan. Rumah ibadah kok dimanipulasi dan di grogoti materialnya.

“Dengan nilai anggaran biaya sehebat itu, kok bisa runtuh plafonnya. Coba crosscheck struktur besi dan fungsinya, kepadatan susunan penutup atap, dan kisi-kisi pengaman material. Air saja melimpah masuk, bagaimana kalau angin kuat,” ujar elemen masyarakat.

Anehnya, masyarakat menambahkan, baru seumur jagung diresmikan oleh Pak Menteri sudah ambruk, lantas disebut karena curah hujan tinggi penyebabnya. Sehat enggak tuh yang ngomong dan ngerti gak ilmu konstruksi kuli bangunan..??

Pantauan dilapangan, Mesjid Tanjak icon Kota Batam bandar dunia madani ditutup untuk umum, dilarang meliput, dalam proses pemeliharaan setelah Plafon Mesjid runtuh hampir keseluruhan yang mengelilinginya, masih berusia seumur jagung bukanlah bangunan tua.

Terkait runtuhnya plafon, terindikasi berupa material tersembunyi pada laporan pengawas yang sehat dan cerdik. Bila dikilas balik dengan bagian terkecil struktur batu nisan makam tua berusia ratusan tahun yang mengelilingi titik sudut penjuru P.Batam, terlihat tidak tergerus oleh air hujan dan teriknya sinar mentari. (rickymorasag)