Konferensi Pers Kapolda Kepri Bersama Forkopimda Terkait Kampung Aceh Kota Batam

oleh -325 Dilihat
oleh

MEDIAALIF.COM,Batam – Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Tabana Bangun, M.Si menggelar konpers dalam rangka Penegakan Hukum terhadap aktifitas Kampung Aceh bersama FKPD, Toga, Tomas Kota Batam di Simpang Dam Kamp. Aceh – Batam, Jumat (24/03/2023).

Konpers tersebut dihadiri oleh Kapolresta Barelang Kombes Nugroho Tri N, Kajari Batam Herlina Setyorini, perwakilan Walikota Batam, Dandim 0316 Batam Letkol Inf Galih Bramantyo, Danlanud Hang Nadim Letkol Pnb Betya LM, Dirkrimum Kombes Jefri RP Siagian, Wadirresnarkoba AKBP Dasmin Ginting, S.I.K.

Kapolda Kepri mengatakan, sebelumnya saya mengucapkan terimakasih atas sinergitas Forkopimda Kota Batam yang telah melakukan penindakan penertiban beberapa hari lalu, sebagai bentuk tanggung jawab Forkopimda yang ditujukan kepada kita semua masyarakat Kota Batam.

“Kehadiran saya ke sini dalam upaya agar wilayah Batam tetap kondusif, dan tidak ada pelanggaran terutama untuk menjaga generasi muda tidak terikut penyalahgunaan narkotika, juga tindak pidana lain seperti perjudian maupun jenis kejahatan lainnya di area Kampung Aceh khususnya wilayah Batam,” ucap Kapolda.

Waktu pelaksanaan penertiban (penggrebekan) pada Selasa, 21 Maret 2023 pukul 13.00 Wib kemarin, di pimpin oleh Kapolresta Barelang, Dandim 0316 Batam dengan melibatkan 210 Personil yang terdiri dari personil Polresta Barelang, TNI dan Satpol PP.

Dari hasil kegiatan, diamankan 47 orang diduga sebagai pelaku penyalahgunaan tindak pidana narkotika dan perjudian, yaitu 36 orang laki-laki dan 1 orang perempuan diduga Pengguna Narkotika setelah di lakukan tes urine mengandung Amfetamin dan Metafitamina, selebihnya diduga tindak pidana perjudian.

Adapun Barang Bukti yang berhasil di amankan berupa 13 unit mesin gelanggang permainan (gelper) dari jenis tembak ikan juga dingdong, 4 pucuk senjata tajam, 6 unit sepeda motor tanpa surat TNKB, serta 2 unit timbangan digital, 35 alat hisap (bong) Narkoba Jenis Sabu, dan 10 ikat plastik bening kecil yang biasa dipakai penjual narkotika.

“Sebenarnya kegiatan ini yang sangat diharapkan oleh masyarakat untuk dapat kiranya menjaga keamanan Kota Batam, sehingga terbebas dari penyalahgunaan narkoba. Terutama generasi muda agar tidak terpapar narkotika yang sangat merugikan kita semua,” ungkap Irjen Tabana Bangun.

Disamping itu, untuk menjaga Kota Batam agar tidak ada perbuatan pidana lain yang melanggar aturan seperti judi gelper, serta di didukung instansi lain supaya Batam tenang dan nyaman.

Khususnya, 37 orang diduga menyalahgunakan narkotika dalam proses assesment kewilayahan, untuk menggolongkan, menilai dan menentukan apakah akan tetap di proses pidana atau tidak.

Dan saat ini sudah di serahkan kepada BNN Kota Batam, semoga nanti hasilnya bisa di jadikan pedoman acuan bagi penyidik Satresnarkoba Polresta Barelang melalui proses criminal justice system, sebagaimana proses Hukum Narkotika.

Untuk tindak pidana judi gelper masih dalam tahap lidik. Mudah-mudahan proses hukumnya bisa ditentukan secepatnya. Kemudian dengan adanya tempat ini sebagai tempat transaksi narkoba dan pidana lainnya, diharapkan kepada semua masyarakat ikut mendukung pemberantasan narkoba agar Batam tetap terjaga.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Kepri menjawab beberapa pertanyaan awak media terkait peredaran narkotika sering terjadi dikampung aceh dan tindak lanjut Razia ataupun penangkapan.

Hal itu di jawab oleh Asisten 1 Yusfa Hendri mewakili Walikota Batam, bahwa permasalahan ini akan segera kami tindak lanjuti di tingkat Forkopimda terkait relokasi lahan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BP Batam dan akan memberikan solusi kepada masyarakat. Dengan eskalasi sudah meningkat tentu menjadi atensi, mulai dari Kapolda sampai FKPD. Setelah ini kita akan lakukan langkah-langkah untuk menentukan sikap kedepannya, sebab ini menjadi keprihatinan kita semua,” kata Yusfa.

“Diharapkan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat proaktif mendorong Pemerintah agar Kota Batam tetap dalam keadaan kondusif, dan generasi kita terbebas dari narkotika,” tutur Kapolda Kepri. (**)