MEDIAALIF.COM,Batam – Aktifitas di gedung Billiard Centre menampilkan dunia Gelper dengan iklim usaha bernilai investasi pariwisata PUB & KTV Room terkesan seksi, diduga mengandung unsur judi 303 yang dikemas rapi dan unik.
Dugaan mengandung..bukan hamil tersengat cinta berjiwa korsa yang diciptakan oleh Tim Teknis Gelper profesional berwajah bersih gagah sedikit manja, untuk menutupi akal bulusnya dari mata Elang lirikan syeitan, demi pundi-pundi kebutuhan hidup tambah sejahtera.
Terkait legalitas ijin BC PUB berupa arena rekreasi keluarga Indonesia dan Apgema topeng Gelper, tebak angka bola pingpong jasa hiburan pariwisata (THM) berbadan hukum PT, disampaikan kembali oleh narasumber terpercaya berinisial NN, AR, ST, UD, SI, yang merupakan ASN PTSP juga praktisi hukum dan legal perusahaan.
Narasumber menjelaskan bahwa suatu usaha berbadan hukum PT maupun jasa hiburan wajib memiliki ijin untuk menjalankan usahanya termasuk sarana pendukung seperti alat berat dan ringan, standar waktu kegiatan juga alat transportasi. Perlu diketahui tidak ada yang kebal hukum, dibekingi oknum / Polisi tutup mata kecuali tim teknis handal terkesan bodoh tamak dan tak bijak.
“Apa lagi menggunakan alat besar/kecil mesin elektronik lebih dari 100 unit, baik kriteria jenisnya harus dilaporkan secara berkala. Jadi tidak sertamerta langsung 1 paket dan mengaku telah mengantongi ijin. Itu namanya mencari untung memperkaya diri sendiri membuka aib terselubung mesin,” ungkap praktisi hukum diseputaran Kepri Mall, Jumat (2/2/2024) malam.
“Tentang dunia hiburan (PUB KTV) tebak angka bola pingpong, disuguhkan melalui wanita berparas cantik, layak disebut mengandung unsur judi beraroma janda. Dan tegangan tinggi AC room dapat membuat orang merasa dingin gelisaah (efek Mikol), maka pengelola memberi perhatian berupa selimut bagi yang berminat bisa di request,” sambung ASN/narasumber lainnya.
“Tapi tebak nomor bola pingpong berhadiah berpuluh kali lipat dari modal pengunjung dan dilaporkan aktifitasnya. Sejak kapan ada dasar acuannya..? Jadi sangat berbeda dengan atraksi sulap pada mesin elektronik Gelper yang diperankan oleh Tim Teknis / pengurus, sehingga sang Pesulap menelorkan omset mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah dalam sehari,” jelas narasumber.
Dari hasil pantauan redaksi media Alif.com dilapangan, Gedung BC PUB berada di wilayah Lubuk Baja, menyuguhkan mesin elektronik kecil 130 unit lebih, puluhan mesin besar seperti shoot manga atau tembak monster, shoot fish, shoot the peacock / tembak merak juga alat lainnya yang dikontrol ahli mesin pada lantai dasar.
Tentang aturan main, wasit berparas cantik yang malu-malu sebut nama saat ditanya pengunjung bersama awak media Alif, memberi arahan yang gampang dicerna meskipun bukan rahasia umum lagi.
“Kalau abang ini (awak media Alif) kayaknya wajah baru bisa kami layani. Caranya beli coin dulu, baru main dan modal akan bertambah bila abang beruntung. Dalam permainan bisa dicansel atau hasilnya tiket ditukar rokok ke kasir, baru bisa di uangkan diluar tempat ini,” ucap wasit/pekerja itu sambil tersenyum.
Akhirnya, belasan juta pasang mata dan telinga penduduk pasti merasa bersyukur bahagia terhadap aparatur negara terutama Satpol PP selaku Penegak Perda Kota Batam, yang terlihat berwibawa dan bijak mengayomi melindungi menuntun warganya.
Bila sang Penegak Perda mampu dan benar sudah melaksanakan Tupoksinya sesuai anjuran UU yang ada, seperti Perwako No. 11 Thn 2023 khususnya perubahan Perwako No. 16 Thn 2021 (jam operasional Gelper).
Maupun aturan lainnya seperti pasar liar ditepi jalan umum berkedok UMKM, aktifitas Gelper tumbuh subur di penjuru Kota Batam diiringi Refleksi Tradisional esek-esek alias Massage (belum ada laporan katanya), juga tentang ketentuan struktur tinggi bangunan rumah dikawasan perumahan.
Akan tetapi, rasa takjub dan kagum jutaan rakyat akan dapat terakomodir bila makhluk Tuhan berjiwa gagah mau dan ikhlas melirik sejenak kedalam aturan main Tim Teknis Sutradara Gelper di gedung Billiard Centre PUB seksi, terhadap unsur perjudian berupa penukaran hadiah menjadi uang terjadi diluar area (dibalik pintu) – sesuai ucapan karyawan dan pengunjung. (rickymora,red)






