Dugaan Suap Runtuhnya Plafon Mesjid Tanjak Kota Batam Mengambang

oleh -283 Dilihat
oleh

MEDIAALIF.COM,Batam – Hebooh kasus suap beraroma korupsi yang terendus saat ornamen Plafon roboh secara beruntun hasil kolaborasi Anak Soleh pada Mesjid Tanjak, sebagai destinasi wisata terkesan Syantiik di kawasan Bandara Hang Nadim Kota Batam dikuatirkan mengambang.

Pasalnya, Ornamen Plafon mesjid terlihat megah dan gagah tapi rontok secara serentak dalam usia 3 atau 4 bulan setelah diresmikan sang Menteri RI – red, telah dilaporkan oleh salah satu LSM kepada pihak Kejari Batam, namun belum ada kejelasan informasi yang sangat dinantikan masyarakat banyak.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Batam melalui Kasi Intel Riki Saputra menyampaikan, bahwa pihaknya telah memanggil beberapa orang saksi diantaranya PPK, Konsultan dan saksi lainnya untuk diminta keterangannya, bulan yang lalu (13/9/22).

“Kami sampai saat ini masih melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan. Jika ingin konfirmasi bisa via Wa terlebih dahulu,” jawaban Riki Saputra kepada redaksi media Alif.com melalui Whatsapp, Kamis (29/9/2022).

Setelah itu, awak media ini mencoba melakukan konfirmasi kembali dan ijin waktu bertemu dengan Kasi Intel Kejari Batam, namun selalu dijawab dalam kalimat…

“Kami masih melakukan pengumpulan bahan keterangan dan data,” ucap Kasi Intel (3/10/2022)

“Saya sedang di Tanjungpinang, ada tugas…,” kata Riki Saputra berulang kali bila awak media ini mencoba konfirmasi langsung terkait runtuhnya Plafon pada Mesjid Tanjak yang menggunakan Anggaran Biaya Negara (PNBP) bukan uang milik pribadi perorangan/golongan.

Menurut keterangan beberapa kontraktor yang mengerti ilmu gambar bangunan bahkan ahli konstruksi tanpa titel mentereng, serta elemen masyarakat Batam yang ditemui awak media ini, tapi meminta nama lengkapnya agar tidak disebutkan, lalu berkata, melihat gambar/foto plafon yang runtuh sudah jelas itu korupsi material.

“Apa lagi namanya kalau bukan korupsi anggaran melalui spekulasi material bangunan..? Perhatikan baik-baiklah struktur rangka penulangan / puring nya saja seperti abal-abal, itu buktinya, apakah layak tehnik penahan plafon kayak kerjaan budak kecik, sedangkan plafon rumah biasa ada standar jaraknya,” ujar elemen masyarakat.

“Bisa-bisa keselamatan orang banyak yang berada dibawahnya terancam, siapa yang menjamin..? Tingginya bagan mesjid pun melebihi gedung bandara. Dan coba rasakan ada getaran halus waktu muncul aktivitas pesawat, secara perlahan tapi pasti akan terasa dampaknya,” jelas pemerhati tersebut, Sabtu (8/10/22)..

Perlu diketahui bersama, Plafon Mesjid Tanjak yang runtuh dalam usia seumur jagung, Kamis 8/9/2022, dibangun dengan menggunakan Anggaran Biaya PNBP oleh Negara Republik Indonesia sebesar Rp 39,9 milyar hampir 40 M, demi kemaslahatan masyarakat Batam.

Berapakah nilai kontrak pada item pengerjaan konstruksi bagan bangunan Ornamen Plafon yang telah dinyatakan Opname dan dilakukan pencairan pembayaran, lalu diresmikan oleh sang Menteri beberapa bulan yang lalu.

Sementara itu, Kepala BP Batam mengatakan, puring yang dipakai untuk plafon kemarin ditambah dengan besi hollow dan besi siku. Dan bukan struktur plafon saja yang di renovasi, tapi juga mengganti penutup plafon yang tadinya gypsum diganti dengan PVC serta membuat ventilasi plafon, dan target bulan Oktober selesai, Rabu (28/9/22).

Dikuatirkan, Riki Saputra Kasi Intel Kejari Batam akan mengalami penyakit masuk angin disebabkan aktivitasnya yang sangat tinggi mengharungi lautan luas yang bergelombang antara Batam dan Tanjungpinang, menunaikan tugas negara.

Sehingga dianggap lalai akan Amanah dan Pengarahan Jaksa Agung Republik Indonesia Prof. DR. ST Burhanuddin di Kejaksaan Tinggi Kepri, Jumat (7/10/2022).

“Pertahankan kepercayaan masyarakat, jangan sampai ada yang mencoreng kepercayaan ini. Dengan transparansi publikasi hasil kerja kepada media, masyarakat tahu apa yang dikerjakan”, ucapan Jaksa Agung. (rickysag)