MEDIAALIF.COM, Batam – Didalam alur sidang pidana narkotika 35 bungkus sabu yang menyeret 10 oknum Tdw mantan Polisi Batam, diduga memiliki harta kekayaan tersembunyi alias TPPU.
Instrumen sidang, digelar secara Estafet sejak pagi hari sampai larut malam di PN Batam, serta dibumbui penyedap rasa Vitamin berdosis berkah Ramadhan / Maret 2025, plus terjadi kekisruhan adu mulut perang interupsi antara Jaksa dan salah satu PH, terlihat menunjukkan sifat Egois lalai beretika.
Kekisruhan yang telah terjadi berulang kali, membuat Hakim Ketua Tiwik SH, M.Hum didampingi Hakim Anggota, mengeluarkan ilmu Petirnya yang terpendam untuk melerai sidang sejenak, serta menundanya dengan ketukan Palu Pusaka made in Langit. Suara Petir Majelis yang terdengar lembut berwibawa terasa cukup tegas dapat dipahami semua pihak.
Tentang munculnya kepermukaan “Diduga Diantara Terdakwa Memiliki Harta Kekayaan tiada terhingga disebut TPPU (Tempat Persembunyian Pengumpulan Uang) terasa dibawah pohon Kapuk oleh awak media Alif.com yang aktif mengikuti jalannya sidang, karena semua Saksi memberi jawaban yang sama ‘tidak tahu’. Juga Tdw Satria sebut belum ada anggaran karena dirinya baru saja menjabat Kasat.
Janggal apa tidak..? Pada saat JPU melontarkan pertanyaan, Selasa (29/4/2025) malam 21.30 Wib, yang juga merupakan Kasipidum Kejari Batam. Jelas terlihat PH terdiam lesu merenung memegang jidat berselonjor kaki, serta didukung pengunjung terkesan Modis Menawan, Terdakwa tertunduk mukanya.
Jangan-jangan anaknya sekolah di Amrik Texas Macao atau di L A bagian pinggir jln Trunojoyo area lenteng agung Jakarta.
“Dari mana aliran dana Operasional dan Akomodasi tim melakukan pengembangan (di Jakarta), pengintaian penangkapan BB 35 bungkus sabu (Tas warna hitam) serta siapa pemilik atau yang memberikan sabu, dan kenapa hanya pembawa saja yang ditangkap,” ungkap JPU Iqram, ruang sidang hening senyap.
Dalam materi yang sama, redaksi Media Alif.com ini mencoba melakukan konfirmasi / klarifikasi terkait Saksi yang dihadirkan sampai 15 orang lebih, yakni sidang sebelumnya yang digelar disuguhi acara Sahur makan angin Energi Tinggi, lalu keluar dengan halus tanpa ijin, dan pukul 4 Shubuh baru tiba dirumahnya masing-masing.
“Penuntut Umum sudah mengantongi bukti-bukti yang diperlukan sesuai tata cara yang ada. Pemeriksaan saksi tersebut, bila diteliti dan dicermati alur dagelannya, apa mungkin pelakon lebih pintar dari Penyidik sehingga menjadi Atensi tingkat pusat,” jelas Jaksa Iqram diruang kerjanya, Jumat pagi (25/4/2025).
Dalam hal ini, boedak laot pun turut bersenandung dengan mata terkantuk-kantuk, namun kondisi fisiknya tetap tejaga dengan prinsip plasma darah Merah Putih perisai jiwaku, janganlah engkau merasa angkuh terhadap diri sendiri, jangan engkau suka memanfaatkan memakan hak orang lain, rahasia Kitab Suci tertulis di kening mu pada alam Luh Mahfudz.
“Jeleknya muncung burung Cendrawasih tapi tak senyinyir siulan paruh Kenari yang suka berkicau dengan suara besar dan nyaring, namun merasa gagah bermuka bersih dan cantik tanpa polesan Skincare serta gincu berlumut berkaca lah diri “, karya orang pinggiran. (Ls rickymorasag tm)






