BP Batam Bersama KLHK Akselerasi Pengelolaan Konservasi Kawasan Muka Kuning

oleh -406 Dilihat
oleh

MEDIAALIF.COM,Batam – Dalam rangka pengembangan program kerja guna menjaga kelestarian kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Muka Kuning, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) Riau, melakukan kunker ke BP Batam, Kamis (12/10/23).

Akselerasi ini dilakukan oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Ditjen KSDAE di Kelurahan Kibing dan Kelurahan Muka Kuning, untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan menjaga kelestarian kawasan TWA tersebut.

Kepala Balai Besar, Ditjen KSDAE KLHK, Genman Suhefti Hasibuan mengatakan, pihaknya memerlukan sinergi antara BP Batam dan Balai Besar KSDA Riau, untuk mewujudkan pengelolaan kawasan hutan konservasi secara terintegrasi. Sehingga kualitas hidup masyarakat dan lingkungan hidup Kota Batam terus terjaga.

Tantangan dalam pengelolaan TWA Muka Kuning dihadapkan dengan berbagai dinamika. Seperti pertumbuhan Industri dan populasi penduduk yang meningkat disekitar kawasan, berdampak pada banyaknya masyarakat yang mengklaim lahan di kawasan TWA.

“Selain itu, meningkatnya degradasi tutupan hutan atau area terbuka dalam kawasan TWA Muka Kuning yang akan mengakibatkan fungsinya terganggu dan bisa merugikan masyarakat banyak,” ujar Kepala Balai Besar, Genman Suhefti.

Dari hasil catatan KTH Ditjen KSDAE, telah terjadi pembangunan pemukiman di kawasan, saat ini menjadi pemukiman. Awalnya semak belukar dan pertanian lahan kering campuran. Dengan luasan 7,1 Ha dan Areal terbuka dari hutan lahan tering seluas 0,8 Ha.

Dengan adanya dinamika tersebut, pihaknya mengharapkan Tata Kelola Kawasan yang optimal serta data keberadaan/aktivitas masyarakat terkendali.

“Dan keberadaan izin memberikan manfaat terhadap peningkatan ekonomi masyarakat dalam kawasan dan Data keberadaan/aktivitas masyarakat tersedia,” katanya.

Kemudian, Arah penyelesaian keberadaan masyarakat dalam kawasan sesuai dengan ketertuan yang berlaku dan menguntungkan kedua belah pihak, serta tujuan pengelolaan kamasan tercapai.

Menanggapi hal itu, Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan, Binsar Tambunan mengatakan kolaborasi ini harus ditingkatkan untuk menyiapkan konservasi alam dalam mendukung pembangunan Kota Batam yang bernuansa ramah lingkungan.

“Atas masukan-masukan yang disampaikan, kami akan langsung tindak lanjuti dengan menurunkan tim ke lokasi,” kata Binsar. (cc)