MEDIAALIF.COM,Batam – Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Batam meraih Akreditasi tingkat paripurna dari Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI) dalam survei pada tanggal 26 s/d 27 Januari 2023.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Batam dr. RR. Novita Wahyu Handayani, Minggu (5/2/23.)
RS Bhayangkara salah satu Rumah Sakit milik Polri di Polda Kepri yang beralamat di Jl. Dang Merdu KM 2 Batu Besar Nongsa Kota Batam dan merupakan salah satu Rumah Sakit yang menjadi rujukan isolasi perawatan Covid – 19.
Hingga kini terus berbenah diri dalam memberikan pelayanan Kesehatan terbaik bagi anggota Polri dan keluarga serta masyarakat.
dr. RR Novita menjelaskan, dalam Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) RI Nomor 012 tahun 2012 tentang Akreditasi Rumah Sakit, maksudnya adalah pengakuan terhadap Rumah Sakit yang diberikan oleh lembaga independen penyelenggara Akreditasi yang ditetapkan oleh Menteri.
“Seluruh layanan Rumah Sakit di Indonesia dilakukan akreditasi untuk melihat mutu Rumah Sakit, dengan penilaian yang dilakukan 4 tahun sekali,” jelas dr. RR. Novita.
Akreditasi suatu Rumah Sakit dilakukan berdasarkan Pasal 3 PMK No. 12 Th 2020 tentang Akreditasi Rumah Sakit. Adapun hasil dari Akreditasi tersebut adalah :
- Tidak lulus akreditasi
- Akreditasi tingkat dasar
- Akreditasi tingkat madya
- Akreditasi tingkat utama
- Akreditasi tingkat paripurna.
“Sejak tahun 2019, Rumah Sakit Bhayangkara Batam terlah mendapat Akreditasi Madya, dan dalam penilaian akreditasi, Rumah Sakit Bhayangkara Batam menggunakan Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI),” ujarnya.
“Hasil kegiatan survei akreditasi pada RS Bhayangkara Batam Polda Kepri mendapatkan hasil kelulusan Paripurna yang tertuang dalam Surat dari LAFKI Nomor : 112/LAFKI/II/2023 tanggal 3 Februari 2023 yang ditandatangani dr. Friedrich Max Rumintjap, Sp.OG(K), MARS selaku Ketua Umum LAFKI,” tuturnya.
“Prestasi ini diraih berkat kerja keras seluruh staf Rumah Sakit dalam memberikan pelayanan Kesehatan kepada anggota Polri dan keluarga serta masyarakat, dan tidak terlepas dari arahan, bimbingan Pimpinan dalam pelaksanaan tugas,” tutup dr. Novita. (r)






