Tim Medis Brimob Polri Jemput Bola Melayani Pengungsi Gempa

oleh -293 Dilihat
oleh

MEDIAALIF.COM,Batam – Pelayanan kesehatan dari Brimob Polri dilakukan kepada korban yang berada di camp pengungsian gempa Cianjur pada tiap posko.

Pelayanan kesehatan dari posko ke posko dengan metode jemput bola, demi memastikan para pengungsi memperoleh bantuan medis, tanpa harus bepergian ke rumah sakit.

Kali ini tim medis Brimob Polri menyambangi posko pengungsian di Kampung Panyaweuyan, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet. Kegitan itu sudah dimulai sejak pagi hari.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan, banyak pengungsi yang mengantre untuk mendapatkan pelayanan medis saat tim kesehatan Brimob datang ke lokasi. Di sana, obat-obatan juga diberikan secara gratis sesuai dengan keluhan korban.

“Mereka mengantre untuk mendapatkan pelayanan medis. Ini tandanya memang kebutuhan medis mereka perlukan, tetapi untuk menjangkaunya kesulitan karena faktor kendaraan atau jarak yang jauh. Oleh karena itu, upaya jemput bola tim medis Brimob seperti ini yang ditunggu-tunggu,” kata Dedi, Sabtu (26/11/2022).

Pelayanan ini, kata Dedi, dipimpin oleh Iptu Haikal selaku dokter tim medis Brimob Polri. Setiap kunjungan, dikerahkan 10 personel untuk memberikan pelayanan medis tersebut.

Menurut Dedi, dengan adanya upaya jemput bola dapat mempermudah memberi pertolongan bagi pengungsi yang sangat membutuhkannya, dan banyak pasien didominasi lansia, ibu, dan anak.

“Tim Brimob Polri akan berupaya menjangkau semua lokasi, bahkan desa terisolir. Karena tak dipungkiri, hingga kemarin (25/11) masih terdapat pengungsi yang ternyata kondisinya semakin parah dan harus dilarikan ke rumah sakit,” tuturnya.

Menurut data BNPB hingga Jumat (25/11) ada 110 titik pengungsian yang tersebar di 15 Kecamatan terdampak gempa, yakni 57 titik pengungsi terpusat dan 53 titik pengungsian mandiri. Lokasi pengungsian dibagi dalam kapasitas besar yang mencakup 200-500 orang atau kapasitas kecil dengan menampung 5-10 orang. (**)