Kasi Intel Kumpulkan Bukti Ornamen Plafon Anak Soleh Yang Runtuh

oleh -310 Dilihat
oleh

MEDIAALIF.COM,Batam – Hiasan seni bernilai tinggi / Ornamen Plafon yang ditampilkan dengan tehnologi canggih, didukung Konsultan ternama plus Kontraktor Profesional, serta di Aminkan oleh tokoh adat saat pembangunan Mesjid Tanjak, namun telah Runtuh tak berdaya dalam usia seumur jagung.

Ornamen Plafon merupakan bagian Destinasi Wisata kekinian yang menghiasi indahnya Bandara Internasional Hang Nadim, sangat dibanggakan orang Batam sebagai sarana ibadah, juga menambah daya tarik bagi jutaan pasang mata negara tetangga.

Bahkan menimbulkan rasa kagum dunia internasional dengan sinar matanya yang redup menyusup ke dalam akal sehatnya untuk berinvestasi, meskipun Ornamen Plafon itu telah tiada / roboh secara serentak dan kompak pula jatuh terjerembab mencium bumi terkesan beraroma spekulasi bagian dari korupsi.

Pasca runtuhnya Ornamen Plafon, Kamis 8 September 2022 (waktu Dhuha), kondisi fisik Mesjid Tanjak dinyatakan sudah Opname dan Pencairan pembayaran pengerjaan bangunan mesjid, diresmikan oleh Pak Menteri, dan sudah digunakan untuk sholat berjamaah bagi umat Islam.

Dari informasi yang terhimpun awak media ini, baik kontraktor besar dan handal maupun pemborong kecil yang dianggap kelas teri, namun mengerti dan menguasai tentang ilmu kuli bangunan inisial AD, RK, AH, MI menyebutkan, terlepas perawatan, proyek bagus tempat ibadah kok bisa roboh beruntun yaa, Jumat (30/9/22).

“Ilmu seni pada plafon itu namanya Ornamen pakai bahasa simpel saja. Kalau bukan Ornamen apa namanya..? Melihat struktur rangka penulangan / puring untuk menahan plafon secara umum sudah tidak layak, gimana untuk gypsum yang berat, itu namanya spekulasi akal-akalan kayak anak kecil ilmunya,” ucap mereka sependapat.

“Coba lihat baik-baik penulangan dengan jarak panjangnya sudah sesuai dan benarkah, model puringnya pakai kawat jemuran kayak mainan budak kecik, sementara jarak lantai dengan plafon cukup tinggi. Belum lagi spare jarak atap penulangan dengan plafon secara otomatis timbul kelembaban pada Ornamen abal-abal. Bayangkan nilai kontraknya Rp 39.937.665.520.00.- Itu anggaran negara uang rakyat bukan uang milik pribadi loh,” ungkap AD dan MI.

Bila dihitung, kata AD, asal mau transparan bisa dimunculkan selisih angka yang sangat Fantastis dari nilai kontrak dengan material yang benar / tehnik profesional, serta upah pekerja. Berapa harga per meter dari setiap item, dan civil building bangunan..? Proyek besar sudah benar teruji belum..korupsi material kok dibilang berkualitas bikin malu orang Batam.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Batam Ricky Sahputra saat dikonfirmasi oleh awak media Alif.com terkait perkembangan runtuhnya ornamen plafon yang dilaporkan oleh salah satu LSM di Kota Batam menjawab dengan kalimat simple.

“Kami sampai saat ini masih melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan. Jika ingin konfirmasi bisa via Wa terlebih dahulu,” ucap Kasi Intel, Kamis (29/9/2022).

Tapi anehnya, pihak BP Batam melalui Kehumasan membuat stigman dalam publikasi media bahwa Runtuhnya Ornamen Plafon hasil kerja berkualitas anak Soleh disebabkan intensitas curah hujan yang tinggi.

Hal itu bermakna bahwa bumbungan atap bangunan Mesjid Tanjak telah mengalami kebocoran air hujan dalam usia senja alias baru beberapa bulan saja diresmikan, dan belum sempat memperoleh Nasi Tumpeng pada Ultah-nya yang pertama, namun dihiasi kado istimewa berupa proses kimiawi alam berupa kelembapan. (rickymorasag)