MEDIAALIF.COM,Batam – Sungguh miris nasib rakyat Indonesia yang menjadi tenaga kerja atau bahasa kereen nya Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di negeri jiran, maupun negara lainnya.
Terutama bagi WNI yang tidak dilengkapi dokumen resmi alias pekerja gelap yang populer disebut pendatang haram. Dan konon katanya “TKI atau jaman Now disebut PMI adalah salah satu penyumbang Devisa bagi NKRI yang harus diperhatikan. Lantas apa solusi terhadap pendatang haram..?
Benarkah sudah separah itu capaian titel yang disandang oleh pekerja Indonesia yang bertarung untuk menghidupi keluarga kecil mengharap bahagia, meskipun mengharungi lautan ke negeri sebelah…namun dimanfaatkan pula oleh oknum-oknum berwajah manis terkesan lugu.
Hal itu membuat jenderal naga bonar menangis di alam sana..karena menjadi suatu persoalan dan derita yang berkepanjangan (Pengangguran) disebabkan tingginya nilai Investasi lapangan pekerjaan, maupun tata kelola usaha pada suatu instansi di masing-masing daerah, serta tantangan yang cukup elok bagi tokoh pemimpin cerdas dan bijak yang diharapkan oleh masyarakat Indonesia.
Menanggapi carut marut problema kehidupan yakni penyeludupan manusia sebagai pekerja gelap melalui singgasana tikus, menjadi sorotan publik, salah satunya dari stakeholder pemerhati sosial masyarakat, DR. Asron Lubis yang juga merupakan aktivis hukum di Kota Batam.
Asron Lubis menyampaikan, persoalan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal atau Non Prosedural tidak perlu dijadikan polemik, apa lagi menjadi metode pembahasan yang bernuansa politik, atau terdeteksi masuk ke dalam unsur kepentingan golongan tertentu berdalih mencari makan. Tapi lalai menjaga nama baik dan citra Bangsa Indonesia.
“Kondisi itu layak disebut Azas manfaat terhadap orang yang membutuhkan pekerjaan dengan mengeluarkan biaya sekian besarnya, atau sekedar mencari makan dengan keuntungan jasa yang menjanjikan,” ujar Aktivis Hukum tersebut, Selasa (20/12/2022) diseputaran Batam Centre.
Seharusnya, kata DR. Asron, Pemerintah Indonesia cepat tanggap merespon hal-hal yang terjadi di masyarakat, jangan sampai terbiarkan dan sibuk berpolitik saja. Percayakan sama Aparat Penegak Hukum, apa lagi permasalahan yang dianggap Krusial sebab akan menimbulkan image negatif pada pembangunan suatu daerah, khususnya Kota Batam sebagai ujung tombak Pembangunan Nasional.
Namun ternyata dihiasi aktivitas penyeludupan yang berkoalisi dengan istana tikus dari kasta lingkaran syetan. Ditambah lagi banyaknya aktivitas usaha yang tidak memiliki Ijin Legalitas dengan pola pengawasan sebelah mata, setoran berjalan ibarat kado Ulang Tahun, sehingga PAD Kota Batam menciut, lalu RDP pula di Gedung Rakyat. Sudah benarkah kinerja – tupoksi OPD / SKPD selaku penanggung jawab anggaran DIPA..?
Terkait PMI Non Prosedural, awak media ini mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak Imigrasi Kelas 1 TPI Batam, lalu disambut cukup baik oleh Kabid Humas Tessa, dan mengatakan bahwa proses keberangkatan di pelabuhan internasional, petugas Imigrasi selalu melakukan pemeriksaan dokumen dan kelengkapan sesuai dengan tujuan pelaku perjalanan.
“Bagi WNI yang hendak bekerja ke luar negeri wajib mematuhi peraturan terkait penempatan PMI di luar negeri, sesuai dengan UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, yakni visa bekerja di negara tujuan, dan dokumen pendukung seperti Rekomendasi dari Ketenagakerjaan,” jelas Tessa.
“Jika tidak memenuhi persyaratan dan tujuan yang tidak sesuai, maka PMI tersebut akan di tolak keberangkatannya. Hal itu dilakukan guna mencegah keberangkatan PMI non prosedural, Imigrasi Batam senantiasa menjalin kerjasama dengan berbagai pihak diantaranya BP2MI, Kepolisian dan instansi terkait,” tuturnya.
Berdasarkan data, ujar Tessa, pihak Imigrasi TPI Batam dari Januari 2022 mengambil langkah penundaan pemberangkatan PMI dari Citra tritunas sebanyak 502 orang, dan dari Batam center 2278 orang, Rabu (21/12/2022).
Tapi anehnya, hingga berita ini diunggah, bahkan tayangan beberapa bulan sebelumnya, pihak BP2MI Prov. Kepri yang memikiki kantor perwakilan besar nan cantik di Imperium Batam…saat dikonfirmasi belum memberi tanggapan kecuali alasan masih sibuk dan bungkam. (rickymora)






