Kelangkaan Bahan Pangan, Satgas Polda Kepri Respon Keluhan Masyarakat

oleh -219 Dilihat
oleh

MEDIAALIF.COM,Batam – Merespon pemberitaan kelangkaan bahan pokok di Kota Batam, Ditreskrimsus Polda Kepri turun kelapangan guna menanggapi keluhan masyarakat banyak.

Tim Satgas yang dipimpin oleh Ps. Panit 2 unit 2 subdit 1 Ditreskrimsus Polda kepri Ipda Ilham Abduh, S.H., bersama Tim Bidhumas dipimpin oleh Ps. Paur 2 Subbid Penmas Ipda Mahardika, serta awak media melakukan kunjungan ke Pasar Botania 1 sebagai bagian dari upaya penanganan dan pemantauan situasi ketersediaan Bahan Pokok terkini, Jumat (1/3/2024).

Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Putu Yudha Prawira melalui Kabidhumas Kombes. Pol. Zahwani Pandra Arsyad menjelaskan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kegiatan Satgas Pangan Polda Kepri yang bertujuan untuk merespon berbagai pemberitaan yang berkembang terkait kelangkaan bahan pokok menjelang Bulan Ramadhan.

hal ini merupakan wujud komitmen Kepolisian dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat Provinsi Kepri.

“Setelah melakukan pemantauan langsung kami mencatat bahwa secara umum ketersediaan bahan pokok di Kota Batam dalam keadaan stabil. Seperti persediaan bahan Cabe yang diambil dari Mataram, Jogja, serta telur yang diambil dari Medan, kondisinya aman dan mencukupi,” ujarnya.

“Kami juga dapat mengkonfirmasi bahwa pasokan beras saat ini dengan harga stabil antara Rp. 13.800 hingga Rp. 14.500 per kilogram. Kondisi ini memberikan kepastian dan jawaban atas keresahan masyarakat terkait ketersediaan bahan pokok yang dikonsumsi sehari-hari terutama menjelang Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri,” jelas Kabidhumas.

Sementara itu, Kombes Zahwani menjelaskan, untuk wilayah Anambas, Lingga, dan Natuna persediaan bahan pokok dalam keadaan aman dan mencukupi. Namun terdapat perbedaan harga dengan wilayah lain, sebab dipengaruhi oleh distribusi ke wilayah tersebut yang membutuhkan biaya dan waktu ekstra.

Dimana bahan pokok tersebut diambil dari wilayah Batam. Kondisi geografis dan logistik yang berbeda juga mempengaruhi harga bahan pokok di wilayah-wilayah terpencil seperti Anambas, Lingga, dan Natuna.

“Terkait Ketersediaan stok bahan pokok yang masih tersedia dan mencukupi pada wilayah Kepri tidak lepas dari adanya hasil koordinasi antara pelaku usaha, pemerintah juga stakeholder. Dan pasokan yang stabil tidak hanya menjadi jaminan bagi kelancaran kehidupan sehari-hari, tetapi menjaga harga tetap terkendali,” ungkapnya.

Dalam menghadapi Bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, Satgas Pangan bersama instansi terkait akan melaksanakan rapat koordinasi dengan tujuan memastikan ketersediaan dan distribusi bahan pokok yang memadai.

“Langkah-langkah persiapan ini akan memastikan bahwa kebutuhan bahan pokok periode hari besar keagamaan dapat terpenuhi dengan baik serta mencegah naiknya harga sembako yang menyulitkan sebagian masyarakat,” tutupnya.