MEDIAALIF.COM,Batam – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) atau Ka.BP2MI Abdul Kadir Karding, menyebutkan bahwa Pelabuhan resmi di Kota Batam menjadi sarang penyelundupan PMI non prosedural.
“Masalah utamanya adalah Batam dijadikan sebagai transit, bukan daerah asal para calon PMI ilegal. Ditambah dengan dugaan adanya oknum yang terlibat,” ucap Menteri P2MI saat berkunjung ke Batam, Senin (9/12/2024).
Hanya sebagian kecil pekerja diselundupkan melalu jalur gelap. Dan modusnya kian hari semakin beragam, sementara di lain sisi lapangan pekerjaan belum memadai, sehingga pemohon Paspor Batam bertambah bahkan membludak.
Lanjut Menteri Abdul Kadir, dipastikan ia akan menindak tegas siapa pun yang memanfaatkan celah di daerah perbatasan untuk mengirim pekerja secara ilegal ke luar negeri.
Menteri Kadir meminta kepada masyarakat untuk turut mengawasi praktik tersebut, juga memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan institusi penegak hukum seperti Kepolisian, TNI dan APH lainnya.
“Bila ada temuan data para pemain atau mafia dibalik pengiriman PMI non prosedural, silahkan koordinasi kasih ke kami, tentu akan di tindak lanjuti,” tegasnya.
“Pesan kepada oknum pemain PMI ilegal untuk segera menghentikan praktik perekrutan / penampungan, khususnya berdalih pengurusan paspor resmì karena pihaknya dengan serius melakukan penindakan hukum secara terukur.
Hal itu terungkap setelah penindakan beberapa kasus PMI ilegal ditemukan ada oknum yang berperan memasukan pekerja migran ke dalam kapal untuk bekerja di luar negeri secara non prosedural.
Namun, Kepolisian belum mendapatkan informasi jumlah pekerja migran yang berhasil diselundupan pelaku setiap harinya di Pelabuhan Internasional Batam. Hal ini juga menyangkut kewenangan serta kepentingan instansi terkait di dalam melayani masyarakat.
Menurut Ka. Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepri, Kombes Imam Riyadi, dari data yang ada mayoritas penyelundupan PMI non prosedural ini banyak dilakukan melalui pelabuhan resmi, salah satunya Pelabuhan Internasional Batam Center dan Harbourbay Jodoh. (***)






