Arahan Li Claudia Terkait Kota Batam Cantik Dihiasi Banjir Melanda

oleh -257 Dilihat
oleh

MEDIAALIF.COM,BATAM – Wakil Walikota Batam juga merupakan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra memberi arahan dan perhatian terkait banjir melanda Batam yang terjadi berlarut-larut sampai saat ini.

Kilas balik, Li Claudia telah menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko juga Deputi BP Batam segera bergerak cepat menemukan solusi menangani anugerah limpahan air berlumpur kotor beraroma tak sedaap, akan berdampak terhadap kebutuhan air bersih pada DAM.

“Saya telah meminta OPD, Camat dan Deputi untuk segera turun mengecek titik-titik banjir. Kita ingin segera ada solusi agar persoalan ini tidak terulang di kemudian hari sehingga merugikan masyarakat, juga akan berimbas terhadap nilai-nilai investasi yang diharapkan,” ucap Li dalam publikasinya yang menjadi konsumsi publik, Jum’at (21/3/2025).

Li Claudia mengharapkan kerjasama dari seluruh pengusaha yang sedang melakukan kegiatan cut and fill untuk tetap memperhatikan kondisi lingkungan selama pengerjaan berlangsung, terutama kondisi tanah saat pengerukan dengan cermat karena dapat menjadi sumber aliran air yang tanpa disadari (kelalaian) akan terjadi secara drastis.

“Apabila imbauan ini diabaikan, pihaknya tidak segan-segan untuk meninjau ulang perizinan milik para pengusaha. Saya harap, para pengembang (Developer) saat membangun sesuai dengan perizinannya. Jangan ada pekerjaan yang tidak sesuai izin, saling koordinasi dalam sistem pengawasan,” tegasnya.

Ia juga meminta kesadaran dan dukungan masyarakat Batam untuk berpartisipasi dalam penanganan banjir dengan cara menjaga lingkungan, dan tidak membuang sampah sembarangan karena dapat menghambat saluran drainase.

“Ini adalah persoalan kita semua. Mari sama-sama kita jaga kebersihan serta keindahan Batam agar tidak ada persoalan yang dapat merugikan perekonomian kedepannya,” tutur Li.

Dalam hal ini, mohon Atensi Ibu Li Claudia, dari beberapa masukan oleh elemen masyarakat dan penelusuran dilapangan, telah ditemukan pada kawasan basah yang secara notabene merupakan area DTA yang seharusnya dijaga ternyata hampir terkikis habis.

Sehingga sang Air pun teriak “Dimana lagi tempat ku bernaung serta keluarga besar ku harus mencari persinggahan secara liar seperti yang dilakukan umat manusia bermuka bersih berhiaskan dasi mentereng, terkesan berwibawa dan taat didepan kaca bening namun terasa usang”.

Kemungkinan besar, kawasan DTA, hutan penyanggah, hutan konservasi pariwisata dan wisata alam, hutan mangrove kawasan pesisir dihabisi (luas Air Laut pun ditelan di PL kan), Hutan Lindung digunduli lewat salon model Cetmek dan Mohak, lantas memasuki masa ‘pembaretan’ nampak Botak bercahya menyala..oleh sinar sang mentari yang akrab dengan angin sepoi-sepoi bebas hambatan. Lalu muncul program menanam sejuta pohon secara keroyokan.

Seyogianya kawasan hutan tersebut masih dapat direbonding, dengan rambut terurai terkesan seksi mempesona – bukan Tebar Pesona oleh publikasi terhebat – dihiasi model sanggul polesan bibir merekah mengundang gairah, bagaikan bidadari dadakan ber Jambul Khatulistiwa. Orientasinya, anggaran biaya tiada terkira lenyaplah sudah.

Duhaii makhluk Tuhan yang memasuki usia senja akan tertatih-tatih berjalan, layakkah engkau dipuja dan dibanggakan berpenampilan lugu…dengan kinerja mu yang tidak logis dan akal-akalan, serta lalai menerapkan disiplin ilmu. (lisrmsag)