MEDIAALIF.COM,Batam – Sesuai dengan Tupoksi lembaga negara Rutan Batam berdomisili di jalan trans Barelang, yakni memberikan pelayanan berbagai wawasan ilmu mental dan spiritual, serta giat lainnya terhadap 1600 lebih warga binaan.
Kewenangan atau tugas/pokok dan fungsi Rutan Kelas II A Batam, di dalam memberikan pelayanan berwawasan ilmu berkreatif dan berkeyakinan (dasar-dasar ilmu agama) maupun aspek kehidupan bermasyarakat yang layak termasuk belajar menghargai diri sendiri (disiplin ilmu) demi kelangsungan hidup warga binaan setelah menjalani hukuman, juga diberi bimbingan untuk mendukung Program Astacita.
Menurut Kasi Humas Ahad, saat ini ada 1600 bahkan lebih warga binaan yang pada setiap harinya memperoleh pelayanan pembinaan. Dengan jumlah warga binaan sebanyak itu, masing-masing memiliki karakter sifat/perilaku, juga cara berpikirnya berbeda. Disini petugas rutan dibekali wawasan ilmu agar tetap teliti dan cermat.
“Kami melaksanakan program Astacita Presiden RI Bapak Prabowo Subianto, dan menerapkannya bersama warga binaan hingga berhasil menuai harapan atau panen beberapa tumbuhan hijau, juga ternak ikan untuk dimanfaatkan bersama-sama. Dari sini akan terlihat jiwa dan sifat warga binaan, jalan mana yang akan mereka pilih,” ucap Kasi Humas.
Namun terkait unsur aparat penegak hukum, kata Ahad, sesuai ketentuan yang ada, yakni tentang Panca Wangsa : Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, Advokat atau Pengacara (Penasehat Hukum) dan Lembaga Permasyarakatan, merupakan suatu jalinan yang tidak dapat dipisahkan, tapi tetap pada nilai masing-masing tupoksinya.
“Rutan Kelas II A Batam akan terus memberikan pelayanan terutama peminjaman warga binaan berdasarkan rekom surat dari instansi terkait. Kapan saja kami siap memberikan pelayanan. Dan kami tidak ada keterkaitan dengan pelaksanaan sidang. Sebab konteks materinya sudah berbeda yakni pelayanan dan pembinaan,” jelasnya beberapa waktu lalu.
Sementara itu, hari berganti hari pun berlalu, tiada terasa mengiringi langkah sang bulan yang berjalan meninggalkan awan jingga beraura gelap, demi menjemput tahun dengan harapan ‘bilakah sinar keemasan itu tiba..’
Program demi program yang dicetuskan oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi acuan Prioritas bagi para pejabat menuju perubahan demi 250 juta jiwa bahkan lebih Rakyat Indonesia yang merintih tanpa mengeluh, menderita tiada bersuara, bertahan hidup/berikhtiar demi sesuap nasi bersama anak istrinya diiringi genangan air mata di pelosok negeri ini.
Tapi faktanya SDM – SDA masih melempem bercokol dipundak pemangku kewenangan dengan seabrek titel merasa bangga, sibuk pencitraan berbalas pantun. Mereka cuek…dalam desah nafas Rakyat kecil selalu berdoa untuk pemimpin berhati tulus berwajah bersih…
“Meski didalam denyut nadinya terpendam gejolak amarah, namun masih dapat terlindungi oleh adanya Pancasila berisi aura keyakinan, berharap hanya kepada sang Khalik penguasa alam diatas bumi yang telah berusia senja,” ungkap elemen masyarakat.
Narasi diatas terukir saat bertemu Stakeholder, juga beberapa tokoh berkompeten yang menyepi di sekitar wilayah tanah Kalajengking yang sangat strategis (Pulau Batam bertuah) sambil merenungi perjalanan hidup, kemana Bangsa dan Rakyat ini akan dibawa, sebelum kembali ke dalam perut bumi berukuran kavling 1×2 beraroma kasur harum abadi, tiada mengenal request atau kata sambutan.
“Apakah program Merah Putih Presiden RI – Indonesia Emas.., baik Panca Wangsa, Kementerian, para wakil rakyat bernyanyi ria ibarat Bos nya Rakyat, menganggapnya slogan semata, duhai…manusia pengguna Anggaran Negara, terkesan serakah, berjiwa angkuh, lalai akan tupoksinya/Sumpah Jabatan plus Fakta Integritas, Tuhan saja tidak ditakutinya,” ketus sumber inisial R Simbo, Kamis 16/4/2026. (Ls rmsag)






