Kapolda Kepri Terima Prosesi Tepung Tawar Adat Melayu

oleh -327 Dilihat
oleh

MEDIAALIF.COM,Tanjungpinang – Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Asep Safrudin beserta Ketua Bhayangkari Ny. Detta Asep Safrudin mengikuti prosesi adat tepung tawar oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, Rabu (19/2/2025).

Acara yang berlangsung di Gedung LAM Provinsi Kepri ini menjadi simbol restu dan penghormatan bagi Kapolda Kepri dalam mengemban tugasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum LAM Kepri, Dato Seri Setia Utama H. Raja Alhafiz, S.E., Dato’ H. Muhammad Ali Achmad, Dato’ Wira Setia Utama Dr. H. Atmadinata, M.Pd., Dato’ Wira Setia Utama Drs. H. Nazarudin, M.H., Dato Wira Setia Utama Drs. Zamzami A. Karim, M.A., Pejabat Utama Polda Kepri, Pengurus Bhayangkari Kepri, Ketua Cabang Bhayangkari Polresta Tanjung Pinang.

Prosesi adat dimulai dengan penyambutan di Balai Adat Seri Indera Sakti, Tanjungpinang. Kapolda dan Ketua Bhayangkari dengan silat sebelum ditaburi beras kunyit, sebagai bentuk doa keselamatan dan keberkahan.

Kapolda Kepri kemudian mengenakan tanjak, sementara Ketua Bhayangkari diberikan tudung manto, melambangkan kehormatan dalam adat Melayu. Acara dilanjutkan dengan tarian persembahan dan prosesi tepuk tepung tawar oleh para tokoh adat.

Ketua Umum LAM Kepri, mengapresiasi kehadiran Kapolda dan menegaskan pentingnya sinergi antara LAM dan kepolisian dalam menciptakan kondisi yang kondusif. “Hubungan harmonis ini telah lama terjalin dan kami sangat menghargai keterbukaan Kapolda dalam berdiskusi serta bertukar pikiran untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Dato Raja Alhafiz juga menyampaikan rasa syukur dan penghargaan atas silaturahmi Kapolda beserta jajaran, menegaskan bahwa kerja sama yang erat ini perlu terus diperkuat. Ketua Umum LAM Kepri berharap hubungan ini semakin erat dan sinergis demi keamanan serta kesejahteraan masyarakat Kepri.

Selanjutnya, Kapolda Kepri menyatakan rasa terhormatnya bisa mengikuti prosesi adat. “Ini adalah penghormatan luar biasa bagi saya dan istri, terlebih karena acara adat digelar langsung di gedung LAM Kepri, berbeda dari sebelumnya yang biasanya diadakan di Polda,” ujarnya.

Irjen Pol Asep juga menyinggung pengalamannya saat menjabat sebagai Wakapolda Kepri, khususnya dalam menjaga stabilitas di Rempang. “Kami selalu mendapatkan dukungan dari para tokoh adat dalam menyelesaikan situasi di Rempang agar tetap kondusif. Sinergi ini sangat penting bagi keamanan Kepri yang memiliki posisi strategis dan sensitif terhadap isu-isu keamanan,” tuturnya.

Di akhir acara, Kapolda menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan LAM dan seluruh elemen masyarakat guna menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. “Keamanan tidak bisa diwujudkan sendiri, butuh kerja sama dan dukungan dari seluruh pihak termasuk LAM Kepri,” tegas Irjen Pol. Asep Safrudin.

Setelah prosesi tepung tawar, rombongan Kapolda melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi bersejarah, yakni Makam Raja Ali Haji Penyengat, Balai Adat Melayu Penyengat, dan Masjid Raya Sultan Riau. Kunjungan ini menjadi simbol penghormatan terhadap warisan budaya Melayu serta memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat adat. Kapolda menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan serta mendukung kelestarian nilai-nilai budaya yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

Kesempatan yang sama, Kabidhumas Kombes. Pol. Zahwani Pandra Arsyad mengimbau masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian, ingin melihat peta kerawanan, atau mengajukan pengaduan, untuk menghubungi Call Center 110 atau menggunakan aplikasi Polri Super Apps yang dapat diunduh melalui Google Play atau App Store.