MEDIAALIF.COM,Batam – Kota Batam yang indah dan unik memiliki usut asal, yakni sebuah Pulau yang dianggap segelintir orang sebagai kawasan tak bertuan, tapi di dalamnya banyak ditemukan situs sejarah yang patut dijaga.
Berdasarkan survey fakta para ahli maupun wisatawan di jagat raya ini menyebutkan, bahwa letak Pulau Batam sangat strategis diapit oleh Teluk dan Tanjung pada bagian Samudera luas (Segi Tiga Emas Sijori tahun 1996 lalu), bahkan beberapa tempat di dalamnya memiliki histori nama yaitu Batu dan Sungai.
Era masa silam, Batam merupakan tempat persinggahan kapal besar, baik kapal para Raja (Kerajaan Melayu) maupun Saudagar kaya dari negara luar yang melakukan perdagangan secara barter, seperti rempah-rempah dan hasil bumi lainnya.
Batam masa kini.. telah mengalami kemajuan sedemikian pesat, hingga menjadi tonggak pembangunan nasional. Namun tidak terlepas dari aktifitas penyelundupan yang turut serta ambil bagian melalui kisi-kisi kehidupan kelemahan pengawasan demi segepok uang kertas.
Terkait penyelundupan barang di Kota Batam yang semakin tinggi, merupakan tindakan kejahatan menjadi atensi utama dari seluruh pihak Penegak Hukum, sebab dapat menimbulkan kerugian pada Negara serta mempengaruhi pertumbuhan perekonomian bangsa Indonesia.
Menurut penjelasan Ka. Baharkam Polri bahwa barang yang diseludupkan dari negara asing, seperti China, Malaysia dan Singapura ke Indonesia tak hanya melewati pelabuhan tikus. Pelaku juga nekat menyeludupkannya melalui pelabuhan resmi.
Berbagai barang yang bersifat ilegal itu, antara lain narkotika, barang bekas (pakaian seken), sepatu dan lainya asal Singapura, handphone juga benih lobster yang sering diamankan dari sejumlah titik lokasi transit atau transaksi para pelaku.
Sangat berbeda dengan Indonesia yang justru menyeludupkan manusia yakni, Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke negara luar Malaysia – Singapura. Dan berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak Kepolisian untuk menanganinya, hingga kini masih menjadi atensi Polri.
“Masalah penyelundupan, pihaknya pasti akan melakukan tindakan tegas dan terukur bila mendapati adanya pelanggaran,” ucap Komjen Pol Dr. Fadil Imran didampingi Kakorpolairud Baharkam Irjen Pol Yassin Kosasih, Rakernis Polairud Baharkam, di lobby Pasific Hotel Batam, Selasa (20/2/2024).
Mengenai operasional di perairan laut Indonesia di setiap wilayah, pihaknya akan terus memberikan upaya perbaikan sesuai dengan anggaran yang diberikan negara kepada institusi Polri.
“Saya hanya membantu BKO personil dan peralatan. Namun terhadap penyeludupan yang mengganggu sistem distribusi nasional tentu akan diamankan dan pasti diambil langkah tegas…
..Kemarin saja di Kalsel itu perombakan (struktur dan sistem) tapi dalam waktu 10 hari seluruh pelaku tertangkap. Baik langkah dan mekanismenya terus kita perbaiki, disempurnakan sesuai kapasitas anggaran negara yang telah dipersiapkan,” tuturnya.






