Nama Besar PT Moya Raib Setelah Melahirkan Anak Kembar

oleh -708 Dilihat
oleh

MEDIAALIF.COM,Batam – Kilas balik atas keluhan demi keluhan masyarakat Batam terkait krisis air bersih, disampaikan oleh DR. Asron Lubis beberapa waktu lalu, yang mewakili dirinya sebagai pelanggan Perum Marcelia juga Aktifis dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Kota Batam Prov. Kepri.

Nada dan irama lagu nan sendu, kata Aktifis Konsumen, seakan berkolaborasi menghiasi tonasi musik koplo yang terdengar oleh pemirsa budiman, tepat pada saat lahir dan hadirnya Air Hulu dan Hilir (ucapan pejabat SPAM Moya) dalam agenda Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPRD Kota Batam, bikin bingung khalayak banyak.

Pasalnya, PT.Moya Indonesia disinyalir mengadopsi metode ilmu Amuba yang bisa membelah diri guna mendapatkan rasa aman dan nyaman saat menjawab keluhan warga, terkait krisis air bersih yang melanda pemukiman penduduk, terpantau di wilayah Kecamatan (Sagulung, Batu Aji, Batam Kota, Batu Ampar, Bengkong) Kota Batam Madani.

Kemudian dalam RDP, pejabat SPAM Moya menyebutkan bahwa saat ini pelayanan air bersih melalui 2 metode, yaitu Air Hilir dan Air Hulu Batam, sedang dilakukan perbaikan jaringan (Seharusnya Peremajaan) pipa air lokasi Duriangkang makan waktu sampai 8 bulan kedepan bisa lebih, Senin (6/2/2023).

Munculnya nama baru yang di ucapkan pejabat SPAM Moya, spontan terdengar bisik-bisik tetangga bikin kaget, kesal tapi lucu bahwasanya, pengelola Moya tidak mampu bekerja, jadi supaya aman memunculkan nama kembar diatas. Sehingga terkesan PT Moya melahirkan anak kembar diberi nama Air Hulu dan Air Hilir.

“Kemana raibnya nama besar PT Moya Indonesia selaku pemenang tender Pengelolaan SPAM yang terbaik dan dibanggakan oleh kepentingan segelintir orang, meskipun hanya sesaat saja. Karena SPAM berubah menjadi SPAK atau sistem pelayanan air keruh,” papar aktifis lainnya.

Perlu diketahui, rasa bingung dan keanehan yang dirasakan masyarakat, termasuk Anggota Dewan Komisi III terkait nama besar PT. Moya raib seketika ditelan bumi / tidak muncul, telah jelas nyata terlihat berganti menjadi BU SPAM serta pelantikan kabinet 14 pejabat terpilih (8/2/23), untuk membenahi pelayanan terhadap masyarakat.

“Saat ini yang patut dipertanyakan adalah Legalitas dan Kapabilitas Air Batam Hilir / Hulu serta Sistem Birokrasinya. Jangan asal ngomong saja membuang waktu, bikin susah masyarakat banyak. Bagaimana konsekuensinya atas kerugian yang dialami pelanggan sesuai ketentuan aturan. Mengerti dan faham aturan tidak..?” ucap DR. Asron, Selasa (14/2/23) dibilangan Batam center. (rmsag)