Strategi Polri Amankan KTT G20

oleh -246 Dilihat
oleh

BALI – Kepolisian Republik Indonesia menggelar operasi Puri Agung 2022 guna mengamankan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, melalui Command Center di wilayah Nusa Dua Bali untuk memantau semua kegiatan pengamanan KTT G20.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, dalam command center ada 16 fitur yang tersambung. Mulai dari pengaman jalur, serangan siber, pengamanan unjuk rasa dan teror hingga kontijensi bencana alam.

“Terkait dengan peringatan gempa. Jadi apabila ada gempa ada alert ataupun peringatan, personel siap mengikuti karena memang kita sudah persiapkan kontijensi plan apabila terjadi bencana,” kata Kapolri.

Dalam command center ini juga bisa mengetahui kecepatan angin. Hal ini penting jika ada delegasi dan tamu VVIP melintas di jalan tol. Selanjutnya, ada kamera yang tersambung dengan CCTV di semua sudut, baik di bandara hingga pelabuhan di Banyuwangi, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kamera dilengkapi dengan face recognition yang kita sambungkan dengan data-data dari Dukcapil dan Imigrasi. Jadi setiap masyarakat atau tamu yang turun melintasi CCTV atau kamera yang kita pasang akan muncul data-datanya,” jelas mantan Kabareskrim.

Kapolri menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan database terkait dengan orang-orang yang masuk daftar kepolisian, baik dalam kasus kriminal maupun teror yang bisa mengganggu jalannya KTT G20.

Kemudian, ada monitor yang melakukan pemantauan terhadap anggota yang berjaga. Mulai dari anggota lalu lintas, sabhara, brimob dan lainnya. Hal ini penting jika ada kendala dalam pengamanan bisa termonitor, dan mengetahui langkah selanjutnya.

“Contoh personel kita yang ada di salah satu titik ini bisa terlihat dan nanti kita hubungi. Semua kegiatan personel terkendali dan bisa kita gerakan melalui perintah yang akan dilaksanakan petugas jaga selama 24 jam memonitor semua pergerakan, termasuk peristiwa di lapangan sehingga bisa mengambil langkah-langkah dengan baik,” tuturnya.

Mantan Kapolda Banten ini menyebut pergelaran KTT G20 merupakan pertaruhan untuk Indonesia, khususnya masyarakat Bali. Jika semua pengamanan KTT G20 berjalan lancar, maka ke depan Indonesia bisa melaksanakan event internasional dengan baik juga.

Untuk itu, pada KTT G20 kali ini, Pemerintah tetap memberikan kenyamanan bagi turis lokal dan internasional yang hadir di Bali, di tengah penyelenggaraan KTT G20.

Para turis tetap datang namun kegiatan delegasi tetap berjalan. Jika nantinya delegasi datang dan melintas maka jalur wisatawan kita atur melalui jalur lain. Jadi di satu sisi rangkaian kegiatan berjalan baik, di sisi lain kegiatan wisatawan mancanegara tetap berjalan.

“Dua hal itu harus kita jaga. Justru disinilah ujian bagi kita mampu tidak menyelenggarakannya. Perhelatan besar KTT G20 menjadi pertaruhan bagi bangsa Indonesia, namun disisi lain dapat menimbulkan multi player effect. Tentunya akan mengangkat Indonesia atau Bali menjadi kota dunia yang sangat ramah dan tujuan wisata yang digemari dunia internasional,” ujarnya.