NAMA BESAR RAJA HAMIDAH DISULAP JADI ENGKU HAMIDAH

oleh -1.422 views
Nama Raja Hamidah disulap jadi Engku Hamidah, saat wabah corona.

MEDIAALIF.COM, Batam – Pemerintah Kota Batam yang tersohor dan sangat kental dengan Budaya Melayu maupun tatanan etika berjiwa bening, terlihat telah menyulap nama Raja Hamidah menjadi Engku Hamidah.

Menurut historis kisah Kerajaan Melayu yakni Johor Pahang Daik Lingga Riouw, bahwa Raja Hamidah memiliki nama timang-timangannya Engku Putri adalah isteri atau Permaisuri Sultan Mahmud Syah III yang dipersunting pada Abad 18 (Tahun 1831) dengan maharnya Pulau Penyengat di Tanjung Pinang, dan sebagai Pemegang Regalia Kerajaan Melayu.

Pulau Penyengat merupakan Singgasana Raja-Raja terdahulu pada saat memimpin Kerajaan/Pemerintahan, hingga sebagai tempat persemayaman para tokoh-tokoh Kerajaan Melayu, serta menjadi Cagar Budaya yang terdaftar di PBB yaitu salah satu dari keajaiban dunia.

Akan tetapi, setelah wabah si corona melanda negeri ini, khususnya Bumi Melayu di Kota Batam hingga memasuki masa new normal pakai masker, jaga jarak, dan paket sembako menanti anda tunggu dirumah sahaja, cuci tangan yang bersih atau jaga kebersihan…ditemukan nama Raja Hamidah telah berubah menjadi Engku Hamidah yang terpampang pada pusat Kota Batam.

Setelah menemukan hal terindah pada polesan pernak-pernik semaraknya Kota Batam dengan guratan nama “Dataran Engku Hamidah”, maka awak media ini berusaha mencari tahu tentang perubahan nama Tokoh Kerajaan Melayu tersebut, melalui tokoh-tokoh Melayu yang mengerti, memahami tatanan etika budi pekerti dan adat istiadat budaya Melayu.

Dari beberapa trah atau garis keturunan Kesultanan (Kerajaan Melayu) disebut Tengku berinisial TF, TH, dan TA, di Kepri mengatakan, sejak dulu lagi nama sebenar Permaisuri Sultan Mahmud Syah III adalah Raja Hamidah, timang-timangannya / gelar kebesarannya adalah Engku Putri.

“Tak pernah ada disebut nama Engku Hamidah. Kalaupun ada itu buatan sendiri, pandai-pandai saje dan karangan saje, tunggulah nanti kualat…”, ucap tokoh Melayu Kepri, Selasa (14/7/2020).

Sementara itu, tokoh Melayu di Kota Batam tapi meminta namanya tidak dipublikasikan, menyampaikan rasa prihatin atas tertorehnya guratan nama “Engku Hamidah” yang telah mengalami perubahan jadi Engku Hamidah, Kamis (16/7/2020).

“Saye ingat dan faham betul sejak dulu lagi tak ada sebutan nama Engku Hamidah. Yang betul Raja Hamidah, gelar kehormatannya Engku Putri. Siape gerangan yang pandai-pandai merubahnya, pandai sangatlah…,” kata tokoh tua berusia 70 tahun lebih.

Dalam historis Kerajaan Melayu, secara patut dipertanyakan, ada apa dibalik salah satu keajaiban dunia yang telah mengalami perubahan nama secara tiba-tiba, atas nama besar Raja Hamidah sebagai pemegang Regalia Kerajaan Melayu disulap jadi Engku Hamidah… Pemko Batam punya kerja, bertepatan dengan musim pandemi wabah Corona yang tak tergantikan oleh corak Avanza.

Hingga berita edukasi ini diunggah, pihak terkait Pemko Batam, juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, belum dapat ditemui, meskipun lokasi dataran telah digunakan untuk kegiatannya. ( r a )