BP Batam dan Jepang Lakukan Upaya Penyehatan DTA

oleh -265 Dilihat
oleh

MEDIAALIF.COM,Batam – BP Batam melalui Badan Usaha SPAM, menerima kunjungan tamu Jepang yang menyerahkan tumbuhan Dipterocarpacae ke Hutan Lindung Sei Ladi secara simbolis disertai penanaman bibit pohon yang mulai langka di Indonesia.

Shigehiro Taniguchi, Advisor Higashiyama Botanical Garden, datang bersama Akihiko Nagata, Chairman of Toyoake Kaki Co.Ltd; dan Shuici Kakizawa, Former Local Civil Servant. Mereka menyatakan Hutan Kota Sei Ladi merupakan kualitas hutan Dipteron terbaik di Batam.

“ini tempat yang sangat-sangat baik, kami tentu berniat ingin kembali ke Batam dan menanam pohon lagi.” Kata Akihiko Nagata mewakili rombongan, observasi pada bulan Oktober, Senin (24/10/2022).

Asisten Manager Sub Divisi DTA, Waduk dan Bendungan, May Robi Firnanda yang menerima kunjungan Shigehiro mengatakan, penyerahan bibit pohon ini, merupakan upaya Jepang melestarikan keberlangsungan suku Dipterocarpacae, sekaligus upaya konservasi BP Batam dalam penyehatan Daerah Tangkapan Air (DTA) di Kawasan Hutan Lindung Batam.

“Karena lahan mereka tidak memadai atau terbatas, maka mereka memutuskan untuk memberikan bibit pohon ini ke Batam Indonesia. Tumbuhan tersebut adalah tumbuhan endemik asli Indonesia, namun sudah langka di negara kita dan akan dibudidayakan kembali di Hutan Sei Ladi.” Kata Robi.

Mengenai manfaat keberadaan pohon ini, May Robi mengatakan bahwa pohon Diptero akan membuat DTA (Daerah Tangkapan Air) menjadi hutan sehat.

Saat dikonservasi dengan ahlinya, maka spesies pohon diyakini akan membawa dampak positif bagi Batam.

“Ketika sudah terbentang dan ternilai secara konservasi hutan, pengaruh sedimentasi (pengendapan) air waduk dapat diatasi secara alami. Kualitas air menjadi lebih baik,” jelasnya.

Sementara itu dalam waktu berbeda, Kepala BP Batam Muhammad Rudi mengatakan, bahwa Waduk tampungan air hujan di Batam sangat penting dan mutlak bagi kelangsungan hidup masyarakat banyak.

“Kelestarian sumber air waduk sangatlah penting, maka upaya penyehatan DTA waduk harus diupayakan. Tim yang punya pengalaman 20 tahun menangani DTA, mencoba upaya kerja sama dengan Jepang yang ahli di bidang botanical serta membawa perusahaan mereka juga,” tutur Rudi.

Air yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Batam berada pada tiap-tiap waduk yang dibangun BP Batam. Untuk itu dirinya mendukung langkah-langkah preventif yang dilakukan tim untuk menjaga kualitas dan kuantitas air waduk. (r)