Kronologi Kampong Melayu Rempang Mencekam Diklarifikasi Oleh Kapolresta Barelang

oleh -322 Dilihat
oleh

MEDIAALIF.COM,Batam – Kapolresta Barelang mengklarifikasi berita terkait kondisi Kampong Melayu Rempang Galang mencekam (insiden) yang melibatkan penduduk Sembulang Hulu dengan pekerja PT. MEG, Selasa (17/12/2024).

Kapolresta Barelang Kombes Pol Ompusunggu mengatakan bahwa kejadian ini perlu dijelaskan agar tidak terjadi kesalah pahaman di masyarakat, dan diharapkan kepada segenap penduduk serta pekerja dari PT yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dapat menahan diri, saling menjaga antar sesama makhluk Tuhan yang lemah di muka bumi ini.

Kronologinya, bermula ketika seorang pekerja PT. MEG mengamankan sebuah spanduk yang dipasang masyarakat. Spanduk tersebut berisi penolakan terhadap Proyek Strategis Nasional Rempang Eco-City. Tindakan pengamanan spanduk oleh karyawan PT. MEG tidak diterima dengan baik oleh masyarakat dan merasa keberatan.

Respon masyarakat yang berada di lokasi langsung mengamankan karyawan PT. MEG dan menahannya selama beberapa jam dengan cara mengikatnya. Sementara karyawan PT. MEG yang lain melaporkan insiden ke Polsek Galang, berharap dapat segera dilerai, diselesaikan secara damai.

Namun, upaya tersebut gagal karena karyawan yang ditahan tetap tidak dilepaskan, sehingga memicu kemarahan rekan-rekan PT. MEG.

Ketegangan semakin meningkat hingga menyebabkan bentrok fisik antara pekerja dan warga setempat. Akibatnya, beberapa orang terluka, satu korban dari pihak PT. MEG dan tiga hingga empat orang dari masyarakat setempat.

Polresta Barelang segera menurunkan personel untuk mengamankan situasi dan mencegah eskalasi lebih lanjut.

“Saat ini, baik pihak PT. MEG maupun masyarakat telah membuat laporan terkait kejadian, dan visum terhadap para korban. Pemeriksaan lebih lanjut sedang dilakukan oleh pihak berwenang. Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga, personel Polresta dan Kodim telah diterjunkan untuk memastikan situasi tetap kondusif,” jelasnya.

Kapolresta mengimbau kepada masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri /main hakim sendiri, jika menghadapi kejadian serupa. Dan menegaskan, setiap permasalahan harus dilaporkan kepada Kepolisian setempat untuk diproses lebih lanjut.

Kasihumas Iptu Budi Santosa menyampaikan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi atas insiden yang terjadi sebab akan berdampak terhadap anak-anak, istri serta sanak keluarga lainnya.

Kepada segenap masyarakat, Mari kita bergandengan tangan, serta tetap mengingat Kebesaran Keagungan Tuhan. Dan betapa pentingnya untuk menjaga ketenangan, menghindari aksi-aksi yang dapat memperburuk situasi.

“Kami berharap masyarakat dapat lebih bijak dan tidak mudah terprovokasi. Jika ada masalah, segera laporkan kepada pihak Kepolisian. Jangan sampai tindakan yang tidak terkontrol justru merugikan semua pihak,” himbau Iptu Budi.