Air Mampet Dimana Disiplin Ilmu Pelayanan PT Moya

oleh -154 views

MEDIAALIF.COM, Batam – Masyarakat di Kavling Bukit Kamboja, Blok Dauble, RT 04 RW 015, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, keluhkan sistem pelayanan air bersih yang dikelola PT MOYA. Perlu diketahui, sudah sejak tiga hari yang lalu air tidak mengalir di daerah tersebut.

Menurut keterangan warga Blok FF Kavling Bukit Kamboja, menyebu dirinya “Juntak, Pak Neng, Simangunsong dan Sinurat” mengatakan, bahwa kondisi air tidak mengalir total sejak tiga hari lalu, atau tepatnya sejak hari Selasa (20/7/2021) hingga saat ini (23/7/2021).

Akibatnya warga yang sudah susah pun disusahkan lagi, karena harus membeli kebutuhan air bersih dengan harga Rp10.000 per drumnya setiap hari. Sedangkan air yang diperlukan 2 sampai 3 drum per harinya.

“Air tidak mengalir total selama tiga hari belakangan ini. Sekarang warga terpaksa harus beli air bersih. Sebelumnya air mengalir tapi tidak sebaik kualitas yang kami rasakan. Bagaimana tidak..air itu berwarna kuning dan ada kotoran yang muncul kepermukaan,” keluh warga setempat.

Dalam kondisi yang sama, Ketua RT 04/RW 015 Kavling Bukit Kamboja menyebutkan, atas nama warga dan perangkat telah menyurati pihak pengelola PT MOYA Cabang Batu Aji.

Mengenai poin-poin isi surat yang dilayangkan sebagai berikut :

  • Bahwa Air tidak mengalir pada pagi hari hingga sore hari (air tidak lancar mengalir).
  • Air mengalir pada saat malam hari pukul 22.00 WIB.
  • Air berwarna kekuning-kuningan.
  • Air berbau lumpur.

Ketua RT tersebut pun menyampaikan bentuk kekecewaannya, dimana seharusnya hal ini tidak terjadi, apa lagi situasi dan kondisi pandemi ditambah PPKM terasa serba sulit.

“Pemerintah Kota Batam setelah diberlakukannya PPKM, masyarakat diminta tetap berada di rumah. Jadi selama pemberlakuan PPKM, warga harus mengurangi aktivitasnya,” ucap Ketua RT.

“Namun dengan kondisi air tidak mengalir seperti saat ini, warga masyarakat terpaksa harus keluar rumah untuk mengantri menunggu lori penjual air bersih lewat. Katanya MOYA tulus melayani, mana buktinya, tunjukkan lah,” ungkapnya.

Lanjut tokoh masyarakat itu, kondisi seperti ini, warganya harus pergi menumpang mandi ke rumah kerabat atau saudara yang di rumahnya air mengalir lancar bening tidak bau. Sudah PPKM bikin warga susah, koq diperparah lagi sama air mampet.

“Emang PT.Moya perusahaan besar dan ternama tidak punya perasaan dan tidak menggunakan logika ya..atau beralasan keterbatasan anggaran biaya dan personal, bisa jadi cuap-cuap saja diatas derita masyarakat,” keluhnya.

Ia juga menambahkan, saya sangat kasihan melihat warga, dimana sebagian warga harus menumpang cuci pakaian bukan mandi saja ke rumah kerabat atau saudara meskipun jauh jaraknya. (rm, akb)